Natal 2025, Paus Leo XIV Kembali Menyerukan Gencatan Senjata Dunia

Natal 2025, Paus Leo XIV Kembali Menyerukan Gencatan Senjata Dunia

Paus Leo XIV, atau yang bernama asli Robert Francis Prevost-Vatican News-X/Twitter

DENPASAR, DISWAYBALI.ID - Pemimpin Gereja Katolik, Paus Leo XIV, kembali menyerukan penghentian konflik bersenjata secara global pada perayaan Natal 2025. 

Seruan tersebut disampaikan Paus saat berada di kediamannya di Castel Gandolfo, dekat Roma pada Rabu 24 Desember 2025. Dalam pernyataannya, Paus mengungkapkan keprihatinan mendalam karena ajakan tersebut dinilai tidak mendapat respons positif dari Rusia.

Paus Leo menegaskan bahwa Natal seharusnya menjadi momentum bagi semua pihak untuk menahan diri dan menghormati perdamaian, setidaknya selama satu hari penuh. 

BACA JUGA:Pesan Peduli Lingkungan, Pohon Natal Daur Ulang Berdiri di Katedral Denpasar

Ia berharap pihak-pihak yang terlibat konflik bersedia membuka hati demi menghentikan penderitaan warga sipil. 

Namun, Paus mengaku sangat sedih melihat kenyataan bahwa Rusia tampak menolak gagasan gencatan senjata tersebut.

Konflik Rusia dan Ukraina yang telah berlangsung sejak invasi Moskow pada Februari 2022 terus menjadi sorotan dunia. Rusia berulang kali menepis usulan penghentian sementara pertempuran dengan alasan langkah tersebut hanya akan menguntungkan Ukraina dari sisi militer. 

Hingga kini, belum terlihat adanya titik terang menuju kesepakatan damai.

Di tengah situasi itu, Paus Leo kembali menekankan harapannya akan terwujudnya setidaknya 24 jam perdamaian di berbagai belahan dunia. 

BACA JUGA:Sambut Nataru, Gereja Katedral Denpasar Gelar Delapan Sesi Misa Natal

Sementara itu, kondisi di Ukraina masih memprihatinkan. Pasukan Ukraina dilaporkan menarik diri dari salah satu kota di wilayah timur usai pertempuran sengit. 

Di sisi lain, serangan berkelanjutan Rusia menyebabkan tiga warga sipil tewas dan membuat ribuan orang kehilangan aliran listrik saat suhu musim dingin ekstrem melanda.

Upaya diplomatik juga belum menunjukkan hasil signifikan. Pertemuan terpisah antara perwakilan Rusia dan Ukraina dengan pejabat Amerika Serikat di Miami pada akhir pekan lalu belum menghasilkan terobosan berarti.

Paus Leo sendiri diketahui telah bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky awal bulan ini. Menanggapi kemungkinan kunjungan ke Ukraina, Paus menyatakan harapan untuk dapat memenuhi undangan tersebut, meski belum bisa memastikan waktunya.

Sumber: