Fakta Menarik Sapi Watusi yang Sudah Masuk Indonesia, Hewan si Pemilik Tanduk Terbesar di Dunia

Fakta Menarik Sapi Watusi yang Sudah Masuk Indonesia, Hewan si Pemilik Tanduk Terbesar di Dunia

Fakta menarik Sapi Watusi--Taman Safari Indonesia

DENPASAR, DISWAYBALI.ID - Sapi Watusi kerap membuat siapa pun terhenti sejenak saat pertama kali melihatnya. Bukan karena ukuran tubuhnya yang jauh lebih besar dari sapi pada umumnya, melainkan karena sepasang tanduk raksasa yang membentang lebar di kepalanya.

Fakta menarik sapi watusi, dari jarak yang jauh siluet sapi watusi sudah terlihat mencolok seolah menjadi simbol kekuatan dan juga keunikan alam Afrika yang tidak dimiliki oleh hewan ternak lainnya. Penampilannya yang ikonik membuat sapi watusi sering menjadi pusat perhatian di berbagai kebun binatang dan taman safari, termasuk Indonesia.

Tanduk dari sapi watusi ini bukan hanya sekedar keunikan visual, melainkan menjadi bagian penting dari mekanisme bertahan hidupnya di iklim yang panas dan kering. Maka dari itu, sapi ini tidak hanya menarik secara fisik, tetapi juga sarat makna dan nilai budaya menjadikannya salah satu jenis sapi paling istimewa di dunia.

BACA JUGA:Daftar Destinasi Wisata di Badung yang Wajib Didatangi oleh Para Wisatawan

Sapi wutasi dikenal sebagai salah satu jenis sapi paling ikonik di dunia karena memiliki tanduk yang luar biasa besar dan mencolok. Sekilas, hewan ini tampak seperti sapi biasa, tetapi begitu perhatian tertuju pada tanduknya, sapi watusi langsung terlihat berbeda dibandingkan dengan sapi pada umumnya.

Tidak heran jika sapi asal Afrika Timur ini kerap menjadi daya tarik utama di kebun binatang dan taman safari termasuk di Indonesia. Sapi watusi atau yang juga dikenal dengan nama Ankloe-watusi berasal dari Uganda, Rwanda, dan Burundi.

Jenis sapi ini telah dipelihara manusia sejak ribuan tahun lalu dan memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat setempat. Salah satu fakta unik yang paling terkenal adalah ukuran tanduknya yang bisa mencapai bentangan hingga dua sampai tiga meter dari ujung ke ujung, menjadikannya pemegang rekor tanduk terbesar di dunia untuk kategori sapi.

Menariknya, tanduk besar tersebut bukan hanya sekedar hiasan atau alat pertahanan. Struktur sapi watusi bersifat berongga dan dipenuhi pembuluh darah. Fungsi utama tanduk ini untuk membantu mengatur suhu tubuh.

Saat darah mengalir ke tanduk dan terkena udara, panas tubuh akan berkurang, sehingga sapi watusi mampu bertahan hidup di iklim Afrika yang panas dan kering. Maka dari itu, tanduk watusi sering disebut sebagai "pendingin alami".

BACA JUGA:Kereta Khusus Petani dan Pedagang Mulai Beroperasi, Berikut Rute, Jadwal, dan Cara Naiknya

Dalam budaya Afrika Timur, sapi watusi memiliki makna yang sangat mendalam. Hewan ini dianggap sebagai simbol kekayaan, status sosial, dan kehormatan. Semakin besar dan simetris tanduknya maka akan semakin tinggi pula nilai prestise pemiliknya.

Sapi watusi bahkan kerap dihadiahkan dalam upacara adat, pernikahan, atau sebagai lambang perdamaian dan penghormatan. Meski memiliki tanduk besar dan berat, bahkan bisa mencapai kilogram, tetapi tubuh sapi watusi justru relatif ramping.

Lehernya kuat dan proporsional, memungkinkan sapi ini bergerak dengan lincah tanpa terlihat terbebani oleh tanduknya yang besar. Dari segi karakter, sapi watusi dikenal cukup jinak dan tenang, selama dirawat dengan baik dan tidak merasa terancam.

Saat ini sapi watusi tidak hanya ditemukan di Afrika, tetapi sudah dipelihara di beberapa negara sebagai satwa konservasi dan edukasi. Di Indonesia, sapi watusi sudah bisa dijumpai di Taman Safari, khususnya di area satwa Afrika.

Sumber: