Bukan Sekedar Tren, Ini Khasiat Intermittent Fasting dalam Kehidupan Sehari-hari
Manfaat intermittent fasting--freepik
DENPASAR, DISWAYBALI.ID - Di tengah ritme hidup modern yang semakin padat, banyak orang yang mulai menyadari bahwa persoalan gaya hidup tidak selalu berkaitan dengan apa yang dikonsumsi, tetapi juga bagaimana dan kapan kebiasaan itu dijalani.
Kesibukan kerja, waktu istirahat yang terbatas hingga paparan digital yang nyaris tanpa jeda membuat sebagian orang merasa perlu menata ulang pola hidup mereka agar tetap seimbang. Intermittent fasting mulai menarik perhatian dan perlahan bergeser dari sekedar tren diet menjadi bagian gaya hidup sehari-hari.
Intermittent fasting menawarkan pendekatan yang terasa lebih sederhana dibandingkan dengan pola makan konvensional. Alih-alih mengatur daftar panjang pantangan makanan, pola ini justru mengajak seseorang untuk lebih sadar terhadap waktu makan dan memberi ruang untuk proses pencernaan.
BACA JUGA:Super Flu H3N2 Terdeteksi di Indonesia, Ini Dia Gejala dan Cara Mencegahnya
Intermittent fasting belakangan ini bukan lagi sekedar istilah diet yang berseliweran di media sosial, tetapi sudah menjadi gaya hidup banyak orang. Pola makan yang mengatur waktu antara makan dan berpuasa ini dianggap selaras dengan ritme hidup modern yang serba cepat dan menuntut kepraktisan.
Alih-alih fokus dengan pantangan makanan tertentu, intermittent fasting lebih menekankan pada kesadaran waktu yang bagi sebagian orang justru terasa lebih mudah untuk dijalani. Salah satu khasiat intermittent fasting yang paling dirasakan adalah membantu membentuk pola makan yang lebih teratur.
Dengan adanya jeda puasa, seseorang cenderung lebih memperhatikan kapan mulai lapar dan kapan hanya makan karena kebiasaan. Pola ini secara tidak langsung mengurangi kebiasaan ngemil tanpa sadar, terutama di malam hari yang sering kali menjadi sumber asupan kalori berlebih.
Dalam konteks gaya hidup, intermittent fasting juga kerap dikaitkan dengan upaya pengelolaan berat badan. Banyak orang yang memilih pola ini bukan karena ingin hasil yang instan, melainkan karena merasa tubuh mereka memiliki waktu istirahat dari proses pencernaan. Dengan waktu yang terbatas, asupan makanan menjadi lebih terkontrol tanpa harus merasa diet ketat yang melelahkan secara mental.
Khasiat lainnya yang kerap dirasakan adalah meningkatnya fokus dan energi saat beraktivitas. Beberapa orang mengaku merasa lebih ringan dan mudah berkonsentrasi, terutama di jam-jam pagi ketika tubuh belum disibukkan dengan proses mencerna makanan.
BACA JUGA:Kontroversi Grok Jadi Alarm, Ancaman AI Terlalu Bebas di Ruang Digital
Tidak hanya berdampak pada secara fisik, intermittent fasting juga membawa pengaruh pada sisi psikologis dan kebiasaan hidup. Pola ini melatih disiplin dan kesadaran diri terhadap apa yang dikonsumsi.
Saat waktu makan terbatas, seseorang cenderung lebih menghargai makanan dan memilih asupan dengan lebih bijak. Nilai ini sejalan dengan tren mindful living yang mendorong kehidupan lebih sadar dan seimbang.
Dari sisi kepraktisan, intermittent fasting diangap mudah diterapkan karena tidak membutuhkan menu khusus atau makanan tertentu. Pola ini bisa disesuaikan dengan rutinitas harian, baik itu pola 16:8, 14:10 maupun bentuk lain yang lebih fleksibel.
Sumber: