Pertama Dalam Sejarah, Indonesia Duduki Kursi Presiden Dewan HAM PBB
Indonesia mencatatkan pencapaian penting di panggung internasional setelah secara resmi ditetapkan sebagai Presiden Dewan HAM PBB --unsplash
DENPASAR, DISWAYBALI.ID - Indonesia mencatatkan pencapaian penting di panggung internasional setelah secara resmi ditetapkan sebagai Presiden Dewan HAM PBB atau yang biasa dikenal dengan United Nation Human Rights Council (UNHRC) untuk tahun 2026.
Pemilihan Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB merupakan sebuah posisi strategis yang tidak hanya menandai pertama kalinya Indonesia memegang presidensi di badan HAM PBB, tetapi juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan komunitas global terhadap peran diplomasi Indonesia.
Jadi dengan dipilihnya Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB, untuk bisa membuka dialog, kerja sama multilateral, dan pendekatan damai dalam isu-isu hak asasi manusia yang kerap menjadi sorotan dunia membuat Indonesia di tingkat global tidak hanya semakin terlihat tetapi juga memasuki fase yang strategis dan penuh dengan tanggung jawab.
BACA JUGA:Ketua TP PKK Buleleng Dorong Kader Perkuat Gotong Royong Lewat Gerakan Kulkul dan Posyandu
Indonesia mencatatkan tonggak penting dalam diplomasi internasional setelah resmi terpilih sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (HAM PBB) atau United Nations Human Right Council (UNHRC) untuk tahun 2026.
Penetapan ini menjadi sorotan karena merupakan pertama kalinya untuk Indonesia dapat memegang posisi presidensi di bagian HAM tertinggi di PBB sejak Dewan HAM PBB dibentuk. Pengumuman terpilihnya Indonesia disampaikan dalam forum resmi PBB dan mendapat perhatian luas dari berbagai media nasional maupun internasional.
Posisi Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB menempatkan Indonesia sebagai figur sentral dalam forum multilateral yang secara rutin membahas isu-isu hak asasi manusia global, mulai dari konflik bersenjata, kebebasan sipil, hingga isu kemanusiaan lintas negara.
Terpilihnya Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB 2026 dipandang sebagai bentuk kepercayaan komunitas internasional terhadap peran dan kapasitas diplomasi Indonesia. Selama ini Indonesia dikenal aktif mendorong dialog, pendekatan damai, serta kerja sama antarnegara dalam berbagai forum internasional, khususnya yang berkaitan dengan isu kemanusiaan dan pembangunan berkelanjutan.
Selain menjadi pencapaian diplomatik, presidensi ini juga menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu negara berkembang yang memiliki pengaruh strategis di tingkat global, terutama dalam mewakili kepentingan negara-negara Global South. Indonesia diharapkan mampu menjembatani perbedaan pandangan antara negara maju dan berkembang dalam pembahasan isu HAM yang kerap sensitif dan kompleks.
BACA JUGA:Gigitan Anjing Berujung Fatal, Bocah 8 Tahun di Karangasem Meninggal Dunia Akibat Rabies
Di sisi lain, penetapan Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB juga dinilai membawa ekspektasi besar. Posisi ini membuat Indonesia berada dalam sorotan internasional yang lebih tajam, terutama terkait konsitensi komitmen terhadap nilai-nilai hak asasi manusia.
Kepercayaan yang diberikan oleh omunitas global tersebut menjadi tantangan bagi Indonesia untuk menjaga kredibilitas dan citra positifnya di panggung internasional. Pemerintah Indonesia menyambut penunjukan ini sebagai kehormatan sekaligus tanggung jawab.
Presidensi Dewan HAM PBB 2026 diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat peran Indonesia dalam mendorong dialog yang konstruktif, kerja sama multilateral, serta pendekatan inklusif dalam menghadapi berbagai tantangan HAM global yang terus berkembang.
Sumber: