Desa Landih Angkat Bicara soal Wacana Sampah Denpasar–Badung ke Bangli
Kondisi TPA Bangli pada Rabu (7/1/2026) yang lokasinya melintasi wilayah Desa Landih--instagram
BANGLI, DISWAYBALI.ID - Rencana pengalihan pembuangan sampah dari Denpasar dan Badung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bangli masih menyisakan tanda tanya di tingkat desa.
Pemerintah Desa Landih, Kecamatan Bangli, mengaku belum menerima arahan teknis terkait wacana tersebut, menyusul rencana penutupan TPA Suwung pada 1 Maret 2026.
Perbekel Landih I Wayan Suarta mengatakan hingga saat ini pihak desa masih memantau perkembangan kebijakan tersebut.
BACA JUGA:Bangli Pasang Batasan Ketat soal Wacana Sampah dari Denpasar dan Badung
Dalam keterangannya kepada wartawan, Jumat (9/1/2026), Suarta menyebut pemerintah desa belum berani mengambil sikap pasti karena belum ada keputusan resmi dari pemerintah daerah.
Di tingkat masyarakat, Suarta mengungkapkan respons warga masih beragam. Sebagian menyatakan setuju, sementara lainnya menyampaikan keberatan.
Ia menuturkan pemerintah desa tetap menyampaikan informasi tersebut dalam setiap forum musyawarah desa agar warga mengetahui perkembangan rencana tersebut secara terbuka.
Suarta menjelaskan bahwa akses masuk menuju TPA Bangli memang melintasi wilayah Desa Landih. Namun, secara administratif, lokasi TPA berada di Desa Kayubihi.
Ia juga menegaskan jarak permukiman warga Landih dengan area TPA tergolong cukup jauh, sekitar dua kilometer. Hanya terdapat enam kepala keluarga yang tinggal di kawasan lembah dan berbatasan langsung dengan lokasi TPA.
BACA JUGA:Rencana Pengiriman Sampah Denpasar ke Bangli Mulai 2026 Tuai Pro dan Kontra
Terkait kekhawatiran dampak lingkungan, Suarta memastikan wilayah Desa Landih tidak akan terdampak langsung jika volume sampah ke TPA Bangli bertambah.
Ia juga menyebut aliran air lindi dari TPA mengarah ke wilayah selatan, sedangkan Desa Landih berada di sisi utara.
Meski sebelumnya pengolahan air lindi sempat tidak optimal karena kendala teknis, menurutnya kondisi geografis membuat potensi dampak ke Desa Landih sangat kecil.
Saat disinggung mengenai isu kompensasi bagi warga desa, Suarta memilih tidak berspekulasi. Ia menegaskan pemerintah desa masih menunggu arahan lebih lanjut dari pemerintah daerah terkait mekanisme pengelolaan maupun dampak sosial dari rencana tersebut.
Sumber: