Pemprov Bali Tingkatkan Kewaspadaan Super Flu, Dinkes Perketat Pemantauan di Puskesmas

Pemprov Bali Tingkatkan Kewaspadaan Super Flu, Dinkes Perketat Pemantauan di Puskesmas

Pemerintah Provinsi Bali mengambil langkah antisipastif dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran super flu--freepik

DENPASAR, DISWAYBALI.ID - Pemerintah Provinsi Bali mengambil langkah antisipasi dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran super flu di tengah meningkatnya perhatian publik dan pemberitaan nasional mengenai virus influenza yang disebut memiliki tingkat penularan lebih cepat.

Upaya antisipasi dalam adanya penyebaran super flu tersebut dilakukan melalui penguatan sistem pemantauan kesehatan hingga ke tingkat puskesmas, pengetatan pengawasan di pintu masuk wilayah seperti bandara dan pelabuhan serta penguatan koordinasi lintas sektor kesehatan.

Meski demikian, otoritas kesehatan menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus super flu yang terkonfirmasi di Bali dan kebijakan siaga ini murni bersifat pencegahan dini mengingat posisi Bali sebagai daerah tujuan wisata dengan mobilitas penduduk dan wisatawan yang tinggi.

BACA JUGA:Super Flu H3N2 Terdeteksi di Indonesia, Ini Dia Gejala dan Cara Mencegahnya

Pemerintah Bali meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman super flu atau influenza A (H3N2) subklade K, hingga tingkat pelayanan kesehatan terdepan, seperti puskesmas di seluruh kabupaten/kota. Langkah ini dilakukan meskipun hingga saat ini belum ada kasus yang terkonfirmasi di Bali. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Bali, I Gusti Ayu Raka Susanti, mengatakan bahwa provinsi yang tergolong sebagai daerah pariwisata besar berisiko tinggi terhadap penularan influenza tersebut karena tingginya mobilitas orang dari berbagai wilayah. Namun menurutnya kondisi di Bali saat ini masih aman.

Pemantauan dilakukan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) yang dengan aktif mengawasi perkembangan kasus influenza di fasilitas kesehatan. Jika terjadi peningkatan, pihak dinas akan segera melakukan verifikasi, investigasi epidemologi, hingga uji laboratorium untuk memastikan apakah kasus itu termasuk super flu atau hanya influenza biasa.

Susanti mengingatkan bahwa tidak semua kasus flu masuk ke dalam golongan super flu, sering kali flu biasa meningkat karena adanya perubahan musim atau mobilitas yang tinggi.

Sebagai langkah antisipatif di pintu masuk Bali, seperti Bandara I Gusti Ngurah Rai, pihak terkait telah memasang pemindai suhu tubuh (thermal scanner) untuk mendeteksi penumpang yang menunjukkan adanya gejala demam atau gangguan pernapasan.

BACA JUGA:Akses Grok AI di Indonesia Dihentikan Sementara, Kendalikan Penyalahgunaan Konten AI

Alat ini merupakan fasilitas yang sebelumnya sempat digunakan selama masa Pandemi COVID-19 dan kini kembali difungsikan guna membantu identifikasi awal potensi adanya infeksi.

Meski demikian, otoritas bandara memastikan belum ditemukannya penumpang yang dicurigai membawa super flu, sementara koordinasi dengan Badan Karantina Kesehatan dan kantor kesehatan pelabuhan terus dilakukan.

Pihak dinas kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PBHS), seperti mencuci tangan secara berkala, menjaga asupan gizi istirahat yang cukup, dan menggunakan masker bila mengalami gejala flu.

Sampai saat ini, data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan terdapat puluhan kasus influenza A (H3N2) di beberapa provinsi Indonesia, tetapi Bali belum melaporkan kasus yang terkonfirmasi.

Sumber:

Berita Terkait