Untuk Antisipasi Banjir, Enam Titik Rawan Dipasangi Alarm Banjir
Pemerintah Provinsi Bali memperkuat langkah antisipasi di wilayah perkotaan dengan memasangkan alarm banjir di wilayah yang rawan dengan bencana banjir--Suara Bali
DENPASAR, DISWAYBALI.ID - Menghadapi potensi banjir yang kerap muncul saat curah hujan meningkat. Pemerintah Provinsi Bali memperkuat langkah antisipasi di wilayah perkotaan, khususnya Kota DENPASAR dengan memasangkan alarm banjir di wilayah yang rawan dengan bencana banjir.
Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali akan memasang sistem alarm banjir yang nantinya mulai dipasang di enam titik yang selama ini dikenal rawan terdampak genangan dan luapan air.
Upaya pemasangan alarm banjir tersebut tidak hanya ditujukan untuk memberikan peringatan lebih cepat kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari strategi mitigasi bencana jangka panjang agar risiko kerugian, baik secara material maupun keselamatan warga dapat ditekan sejak dini di tengah pola cuaca yang semakin sulit untuk diprediksi.
Pemerintah Provinsi Bali melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memasang sistem alarm peringatan dini banjir di enam titik rawan di Kota Denpasar. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi dalam menghadapi potensi banjir yang kerap terjadi saat intensitas hujan tinggi, khususnya di kawasan padat penduduk dan wilayah aliran sungai.
Pemasangan alarm banjir tersebut ditujukan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat sekaligus mempercepat respons ketika terjadi kenaikan debt air secara signifikan. Dengan adanya sistem peringatan dini, warga diharapkan memiliki waktu cukup untuk melakukan lagkah penyelamatan diri dan barang berharga sebelum banjir meluas.
BPBD Bali menjelaskan, bahwa enam titik yang dipasangi alarm banjir merupakan wilayah yang selama ini tercatat sering terdampak oleh banjir. Penentuan lokasi didasarkan pada hasil pemetaan risiko bencana, riwayat kejadian banjir, serta kondisi geografis, dan sistem drainase di Kota Denpasar.
Nantinya alarm banjir akan berbunyi secara otomatis ketika permukaan air mencapai pada batas tertentu yang dinilai berpotensi membahayakan. Selain pemasangan perangkat alarm, BPBD juga menyiapkan sistem pemantauan yang terhubung dengan pusat komando.
Data ketinggian air akan dipantau secara berkala untuk memastikan bahwa informasi yang diterima oleh masyarakat dan petugas di lapangan akurat serta dapat ditindaklanjuti dengan cepat. Koordinasi dengan aparat desa, kelurahan, dan relawan kebencanaan juga diperkuat agar proses evakuasi dapat berjalan lebih efektif bila diperlukan.
BACA JUGA:Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Buleleng dan PBNU Latih Relawan Kebencanaan di Seririt
Pemerintah daerah menilai dengan pemasangan alarm banjir maka peringatan dini akan menjadi bagian penting dari strategi mitigasi bencana, terutama di tengahnya perubahan cuaca yang semakin sulit untuk diprediksi.
Curah hujan yang ekstrem dalam waktu singkat dinilai dapat meningkatkan risiko banjir mendadak, sehingga sistem peringatan dini dianggap krusial untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk tidak hanya bergantung pada alarm, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan secara mandiri. Warga diminta memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, menjaga kebersihan saluran air, serta mengikuti arahan petugas ketika terjadi kondisi darurat.
Ke depannya BPBD Bali membuka peluang untuk memperluas pemasangan alarm banjir ke wilayah lain yang memiliki tingkat kerawanan yang serupa. Evaluasi berkala akan dilakukan untuk menilai efektivitas sistem yang telah terpasang, sekaligus menjadi dasar pengembangan teknologi peringatan dini bencana di daerah lain di Bali.
Sumber: