Lirik Lagu Tinggal - Mawar de Jongh Lyrics
Lirik lagu Tinggal - Mawar de Jongh--Youtube
DENPASAR, DISWAYBALI.ID - Lagu Tinggal milik Mawar de Jongh yang meruapakan salah satu karyanya yang menjadi salah satu soundtrack dari film Tinggal Meninggal yang baru saja dirilis di Netflix pada bulan Januari ini. Lirik lagu Tinggal terasa begitu dekat dengan rasa takut kehilangan yang disampaikan oleh Mawar.
Melalui lirik lagu ini, Mawar menggambarkan kegelisahan seseorang yang berharap kisahnya tidak berakhir yang nantinya bisa menjadi sebuah ketakutan akan kesendirian. Setiap bait dalam lirik lagu Tinggal memperlihatkan perasaan yang rapuh, tetapi dibawakan dengan nuansa yang menyenangkan.
Jika memahami lirik lagu Tinggal dengan seksama akan terasa bagaimana hadirnya rasa takut akan perpisahan dan kesendirian yang sebenarnya hal tersebut sebuah hal mutlak yang tidak bisa dihindarkan. Secara keseluruhan bisa diartikan, lagu Tinggal sebuah jeritan hati yang berhasil dihidupkan oleh Mawar dengan kemasan yang apik.
BACA JUGA:Lirik Lagu Rutinitas - Idgitaf Lyrics
Pada lagunya kali ini Mawar de Jongh ditampilkan dengan citra yang berbeda dari biasanya. Biasanya Mawar dikenal dengan lagu ballad, mellow, emosional dan penuh dengan air mata. Namun kali ini hadir dengan tampilan yang berbeda membuat Mawar benar-benar menawarkan warna baru yang berbeda dari karya-karya sebelumnya.
Sebagai OST film Tinggal Meninggal, lagu Tinggal tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap tetapi juga menjadi representasi emosi utama dari cerita film tersebut. Mawar de Jongh yang juga terlibat dalam film Tinggal Meninggal dan keterlibatannya dalam pembuatan lagu membuat dirinya berhasil menyampaikan perasaan karakter melalui lirik yang sederhana.
Secara musikal, lagu Tinggal mengusung nuansa pop yang rigan dengan sentuhan emosional yang kuat. Aransemennya tidak berlebihan, memberi ruang bagi lirik untuk bisa berbicara lebih dalam, pendekatan itu yang membuat lagu terasa dekat dengan pendengar.
Lirik Lagu Tinggal - Mawar de Jongh
Sendiri dihimpit ruang kosong di antara sunyi
Sesali keheningan yang ditinggalkan memori
Di tengahmu aku mau peluk dengan atensimu
Rindu nada dialog, hangat, senyum, keklisean itu
Tinggal dan jangan meninggalkanku
Bolehkah ulangi waktu?
Sumber: