Program Ketahanan Pangan Berbasis Sekolah Digencarkan YSPN dan Pemkab Buleleng

Program Ketahanan Pangan Berbasis Sekolah Digencarkan YSPN dan Pemkab Buleleng

Program Ketahanan Pangan Berbasis Sekolah Digencarkan YSPN dan Pemkab Buleleng--Pemkab Buleleng.

BULELENG, DISWAYBALI.ID - Upaya memperkuat ketahanan pangan sejak usia dini terus digalakkan di Kabupaten Buleleng.

Salah satu langkah konkret dilakukan melalui Program Ketahanan Pangan Berbasis Sekolah yang digagas oleh Yayasan Swatantra Pangan Nusantara (YSPN) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Buleleng.

Program ini mulai dijalankan dengan menyasar empat sekolah, yaitu SD Negeri 3 Banjar Jawa, SMP Negeri 1 Singaraja, SMA Negeri 1 Singaraja, dan SMK Negeri 3 Singaraja pada Senin, 12 Januari 2026. 

BACA JUGA:Film Alas Roban Tayang 15 Januari 2026 di Bioskop, Intip Sinopsis dan Daftar Pemainnya!

Pelaksanaan program tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Buleleng.

Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, hadir langsung mewakili Bupati Buleleng dengan didampingi Asisten I Sekda Buleleng serta para pimpinan OPD terkait.

Dalam sambutannya, Sekda Gede Suyasa menekankan pentingnya menanamkan kesadaran akan ketahanan pangan kepada para siswa secara berkelanjutan, bukan hanya berhenti pada aktivitas menanam semata.

“Sering kali program ketahanan pangan hanya berhenti pada kegiatan menanam, tanpa dilanjutkan dengan perawatan. Padahal, keberlanjutan bibit dan proses pemeliharaan adalah kunci agar program ini benar-benar memberi manfaat,” tegasnya.

BACA JUGA:Bali Ocean Days 2026: Saatnya Bergerak Lebih Cepat

Menurutnya, sekolah memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

Selain sebagai lembaga pendidikan, sekolah juga menjadi tempat pembentukan karakter dan kebiasaan positif generasi muda, termasuk membangun budaya menanam serta kepedulian terhadap lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, YSPN turut menyerahkan ribuan bibit tanaman cabai dan terong, pupuk, serta menyalurkan bantuan sembako kepada siswa kurang mampu sebagai bentuk kepedulian sosial.

Sementara itu, Pembina YSPN, Akmal Malik, menjelaskan bahwa yayasan yang dipimpinnya merupakan lembaga independen yang bekerja dengan dukungan berbagai kementerian, di antaranya Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pertanian, serta menjalin kemitraan dengan pemerintah daerah.

Untuk wilayah Bali, Kabupaten Buleleng dipilih sebagai mitra strategis dalam pelaksanaan program ini.

Sumber: