Diduga Akibat Korsleting Listrik, Atap Pelinggih Gedong Kawitan Pura Karang Buncing Terbakar
Kebakaran landa Pura Karang Buncing di Abiansemal, atap Gedong Kawitan ludes-Damkar Kabupaten Badung-
BADUNG, DISWAYBALI.ID - Peristiwa kebakaran terjadi di Pura Karang Buncing, tepatnya pada pelinggih Gedong Kawitan yang berada di Desa Sibangkaja, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten BADUNG, pada Minggu pagi, 18 Januari 2026.
Api melalap habis atap ijuk bangunan utama yang diduga kuat akibat hubungan arus pendek listrik.
Informasi awal menyebutkan, kejadian itu diketahui sekitar pukul 07.30 Wita.
BACA JUGA:Hujan Lebat Disertai Petir Bakar Meru Tumpang Sembilan di Besakih
Saat itu, pemangku pura I Made Karang Wasana tengah bersiap melakukan kegiatan bersih-bersih di area pura. Ia melihat kepulan asap tebal keluar dari bagian atap Gedong Kawitan, sebelum api membesar.
Melihat kondisi tersebut, saksi segera menghubungi pengurus pura dan warga setempat untuk meminta bantuan.
Laporan kemudian diteruskan ke petugas pemadam kebakaran agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin.
Camat Abiansemal Ida Bagus Putu Mas Arimbawa, yang datang langsung ke lokasi kejadian, membenarkan dugaan sementara penyebab kebakaran.
Ia menyebut, api pertama kali muncul dari bagian atap ijuk bangunan utama, dan indikasi awal mengarah pada korsleting listrik di pelinggih tersebut.
BACA JUGA:Kebakaran Landa Pura Puseh Kintamani Jumat Pagi, Kerugian Ditaksir Rp400 Juta
Untuk mengendalikan situasi, tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Abiansemal dikerahkan menuju Banjar Sintrig, lokasi pura berada.
Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena material ijuk mudah terbakar. Petugas berjibaku hampir tiga jam hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 10.15 Wita.
Arimbawa menjelaskan bahwa seluruh rangkaian penanganan, mulai dari upaya pemadaman hingga pendinginan, berjalan tanpa hambatan berarti meski kobaran api sempat membesar di awal kejadian.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerusakan bangunan menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp 250 juta.
Sumber: