Pemkab Gianyar Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Pendampingan Tim Ahli di Delapan Desa
Proses kegiatan Pemkab Gianyar dalam penekanan angka stunting lewat pendampingan tim ahli di delapan desa-Pemkab Gianyar-
GIANYAR, DISWAYBALI.ID - Pemerintah Kabupaten Gianyar kembali menegaskan keseriusannya dalam menekan angka stunting melalui langkah konkret di tingkat desa.
Upaya tersebut diwujudkan lewat kegiatan pendampingan Tim Ahli yang digelar di delapan desa, sebagai tindak lanjut dari hasil Gerakan Pengukuran Serentak balita yang dilakukan pada November 2025 lalu.
Program pendampingan ini dijalankan sejalan dengan kebijakan nasional percepatan penurunan stunting yang menekankan pentingnya intervensi spesifik dan sensitif secara terpadu.
Pelaksanaannya dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan lintas sektor agar penanganan stunting dapat berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar, Ni Nyoman Ariyuni, menjelaskan bahwa pendampingan oleh tim ahli difokuskan untuk memastikan seluruh intervensi yang dilakukan di desa benar-benar berbasis data dan kebutuhan lapangan.
Tim yang dilibatkan berasal dari rumah sakit pemerintah maupun swasta, terdiri atas dokter spesialis anak, psikolog, nutrisionis, serta unsur pendukung lainnya.
Pendampingan diberikan langsung kepada balita yang terindikasi stunting, keluarga yang berisiko, hingga kader dan perangkat desa.
Ariyuni menyebut pendekatan ini tidak hanya menitikberatkan pada pemantauan tumbuh kembang anak, tetapi juga mencakup edukasi gizi, perbaikan pola asuh, serta penguatan peran keluarga dan masyarakat dalam pencegahan stunting sejak dini.
BACA JUGA:Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa Buka Posyandu Paripurna di Serangan, Fokus Cegah Stunting
Melalui keterlibatan tim ahli, Pemerintah Kabupaten Gianyar berharap program penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif dan terintegrasi.
Targetnya adalah penurunan angka stunting bisa dicapai secara signifikan sekaligus mendorong terwujudnya generasi Gianyar yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Pendampingan Tim Ahli dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 19–20 Januari 2026.
Sasaran kegiatan ini adalah desa-desa dengan prevalensi stunting di atas enam persen. Desa Kedisan tercatat memiliki 29 balita stunting dengan prevalensi sembilan persen, disusul Desa Taro dengan 50 balita dan prevalensi 8,8 persen.
Sumber: