Angin Barat Picu Lonjakan Sampah Laut di Pantai Kuta, Pengangkutan Capai 30 Truk per Hari

Angin Barat Picu Lonjakan Sampah Laut di Pantai Kuta, Pengangkutan Capai 30 Truk per Hari

Tumpukan sampah di kawasan Pantai Kuta--X/Twitter

BADUNG, DISWAYBALI.ID - Tumpukan sampah laut kembali memenuhi kawasan Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali. 

Sejak akhir pekan lalu, tepatnya Sabtu (17/1/2026), material kiriman dari laut mulai menumpuk dan memanjang di sepanjang pesisir selatan pantai yang menjadi ikon pariwisata tersebut.

Sampah yang terdampar didominasi material kayu berukuran besar hingga potongan batang pohon. 

BACA JUGA:Imbas Cuaca Ekstrem, Pantai Kuta Bali Dipenuhi Sampah Kayu dan Bambu

Dalam satu hari, volume sampah yang berhasil diangkut petugas mencapai puluhan truk. Setiap armada diperkirakan membawa muatan sekitar lima meter kubik.

Asisten Manajer Daya Tarik Wisata (DTW) Pantai Kuta, I Putu Gilang Bayu Sadra Putra, menjelaskan bahwa fenomena ini bukan kejadian baru. Menurutnya, sampah laut merupakan siklus tahunan yang dipicu oleh angin barat. 

Sejak Desember 2025, tanda-tanda awal sudah terlihat meski jumlahnya masih relatif kecil.

Namun, kondisi berubah drastis pada Sabtu malam (17/1/2026). Saat itu, volume sampah meningkat signifikan dan langsung memenuhi garis pantai. 

Gilang menyebut sebelumnya hanya berupa plastik ringan dan sisa rumput laut, sebelum akhirnya berganti menjadi material berat seperti kayu dan bambu.

BACA JUGA:Desa Landih Angkat Bicara soal Wacana Sampah Denpasar–Badung ke Bangli

Beragam jenis sampah ditemukan di lokasi, mulai dari kayu gelondongan, batang bambu, plastik kemasan, hingga sandal bekas. Meski demikian, kayu menjadi material yang paling mendominasi tumpukan sampah yang kini membentang dari kawasan candi bentar hingga ke sisi selatan Pantai Kuta.

Pergerakan arus laut turut memengaruhi sebaran sampah. Pada malam hari, arus cenderung mengarah ke selatan sehingga sampah yang awalnya berada di sekitar depan kantor pengelola pantai perlahan bergeser mengikuti aliran air laut.

Untuk menangani kondisi tersebut, pengelola Pantai Kuta dibantu Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung mengerahkan tiga unit alat berat. Proses pembersihan dilakukan setiap hari dengan total pengangkutan mencapai sekitar 25 hingga 30 truk.

Sampah yang berhasil dikumpulkan sementara ditaruh di area setra atau kuburan Pantai Kuta, sebelum selanjutnya diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung.

Sumber: