Pemkab Buleleng Targetkan E-Surat dan TTE Tuntas di SD Negeri pada 2026
Pemkab Buleleng Targetkan E-Surat dan TTE Tuntas di SD Negeri pada 2026.--Dok. Pemkab Buleleng
BULELENG, DISWAYBALI.ID - Pemanfaatan digitalisasi dalam penerapan pemerintahan yang akuntabel, efektif, dan efisien telah lama dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Salah satu bentuk penerapannya adalah penggunaan E-Surat dan Tanda Tangan Elektronik (TTE) dalam pengelolaan administrasi dokumen perkantoran.
Pada tahun 2026, Dinas Kominfosanti Kabupaten Buleleng menargetkan penerapan aplikasi E-Surat dan TTE khusus di tingkat sekolah dasar (SD) negeri di Kabupaten Buleleng dapat diselesaikan secara menyeluruh.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Persandian dan Statistik, Komang Ery Marta Pariata, saat membuka pelatihan E-Surat dan TTE di Ruang Lab Dinas Kominfosanti Buleleng, Rabu, (21/1).
BACA JUGA:Meski Sementara Berstatus Tersangka, Kakanwil BPN Bali I Made Daging Tetap Fokus Bertugas
Mewakili Kepala Dinas Kominfosanti Buleleng, Kabid Ery Marta menjelaskan bahwa penerapan E-Surat dan TTE sangat penting untuk mendukung efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan berbagai dokumen perkantoran.
“Kami berharap semua sekolah dasar negeri di Buleleng wajib memanfaatkan E-Surat dan TTE ini karena memudahkan mengirim atau menerima dokumen, sehingga tidak perlu lagi jauh-jauh ke dinas atau dinas tidak perlu lagi ke sekolah mengirim surat secara manual,” terang Kabid Ery.
Ia menambahkan bahwa seluruh SD negeri di Buleleng telah difasilitasi dengan akun E-Surat yang jumlahnya kurang lebih mencapai 400 akun.
Namun demikian, Kabid Ery menyampaikan bahwa aktivasi akun TTE di sekolah dasar baru mencapai sekitar setengah dari total akun E-Surat yang tersedia.
Terkait hal tersebut, pihaknya optimistis pada tahun 2026 seluruh SD negeri di Kabupaten Buleleng telah menerapkan TTE secara menyeluruh.
BACA JUGA:Saat Musim Hujan Sebaiknya Batasi Konsumsi Makanan Fermentasi, Ini Alasannya!
Sementara itu, Ketua Gugus Kecamatan Sukasada, Luh Kutariani, menyampaikan bahwa pihaknya bersama 16 guru dari 8 SD hadir untuk mengikuti pelatihan dan aktivasi TTE.
“Kalau secara manual surat kami sering terlambat sampai karena jarak antar sekolah jauh. Dengan adanya TTE ini kami dipermudah, kalau manual kami terkendala waktu dan jarak,” ujar Luh Kutariani.
Pihaknya berharap seluruh sekolah dasar di Gugus 6 Kecamatan Sukasada setelah mengikuti pelatihan tersebut dapat segera menerapkan E-Surat dan TTE dalam pengelolaan dokumen satuan pendidikan.
Sumber: