Satpol PP Denpasar Gelar SABERGEP untuk Wujudkan Kota Tertib dan Aman dari Gepeng

Satpol PP Denpasar Gelar SABERGEP untuk Wujudkan Kota Tertib dan Aman dari Gepeng

Satpol PP Denpasar Gelar SABERGEP untuk Wujudkan Kota Tertib dan Aman dari Gepeng.--Dok. Pemkot Denpasar

DENPAASAR, DISWAYBALI.ID - Satpol PP Kota Denpasar melaksanakan kegiatan SABERGEP (Sapu Bersih Gelandangan dan Pengemis) sebagai upaya penegakan peraturan daerah, kegiatan berlangsung pada Kamis, 22 Januari 2026.

Kegiatan ini juga bertujuan untuk menjaga ketertiban dan ketenteraman umum di wilayah Kota Denpasar.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di sejumlah titik strategis yang selama ini kerap dijadikan lokasi aktivitas gelandangan dan pengemis (gepeng).

Kepala Satpol PP Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Bawa Nendra, mengatakan bahwa kegiatan SABERGEP merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam menciptakan ruang publik yang tertib, aman, dan nyaman.

BACA JUGA:Pungutan Wisatawan Asing di Bali Disorot Ombudsman, Dinilai Berpotensi Maladministrasi

Ia menegaskan bahwa upaya tersebut terutama ditujukan bagi kenyamanan para pengguna jalan.

“Operasi penertiban ini menyasar sejumlah titik lampu lalu lintas (traffic light) yang sering dijadikan lokasi aktivitas mengemis. Selain mengganggu ketertiban umum, aktivitas tersebut juga berpotensi membahayakan keselamatan baik bagi pelaku maupun pengguna jalan,” ujarnya.

Lokasi penertiban meliputi kawasan Jalan Gatot Subroto, Jalan Gunung Agung, Jalan Mahendradata, Jalan Imam Bonjol, serta Jalan Gunung Soputan.

Wilayah Pesanggaran, Sanur, Tohpati juga menjadi salah satu titik penertiban.

Dari hasil kegiatan tersebut, petugas berhasil menertibkan 12 orang pelanggar.

Para pelanggar tersebut kedapatan melakukan aktivitas mengemis di area persimpangan jalan.

BACA JUGA:Pencacahan DTSEN 2026 di Gianyar Resmi Dimulai, Warga Diminta Berikan Data Akurat

Lebih lanjut, Bawa Nendra menjelaskan bahwa dari 12 orang yang terjaring, beberapa di antaranya melakukan aktivitas mengemis dengan cara mengecat tubuh menggunakan cat warna perak.

Fenomena tersebut dikenal masyarakat dengan sebutan “manusia silver”.

Sumber: