KUR 2025 Tercapai, Bank BPD Bali Jaga Pertumbuhan UMKM dan Risiko Kredit Tetap Rendah

KUR 2025 Tercapai, Bank BPD Bali Jaga Pertumbuhan UMKM dan Risiko Kredit Tetap Rendah

Bank BPD Bali menutup tahun 2025 dengan capaian positif dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR)--instagram

DENPASAR, DISWAYBALI.ID - Bank BPD Bali menutup tahun 2025 dengan capaian positif dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Bank milik daerah itu berhasil merealisasikan target KUR hingga 100 persen, dengan total penyaluran mencapai Rp1,768 triliun kepada 8.946 debitur yang tersebar di seluruh wilayah Bali.

Keberhasilan tersebut dinilai mencerminkan kuatnya sinergi antara perbankan daerah dan pemerintah dalam mendorong ekonomi kerakyatan. Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, menyampaikan bahwa pencapaian sepanjang 2025 sejalan dengan arah kebijakan ekonomi nasional serta visi pembangunan Asta Cita dan Ekonomi Kerthi Bali yang menitikberatkan pada penguatan ekonomi dari tingkat akar rumput.

Menurut Sudharma, peran perbankan tidak berhenti pada penyaluran modal semata. Bank BPD Bali juga memastikan pembiayaan yang diberikan mampu mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berkembang dan naik kelas, sekaligus menciptakan lapangan kerja di sektor-sektor produktif. Pernyataan tersebut disampaikan Sudharma dalam keterangan resmi, Sabtu (24/1/2026).

BACA JUGA:Terapkan Prinsip Green Banking, BTN Dukung Transisi Perbankan Berkelanjutan

Dalam praktiknya, BPD Bali secara konsisten memprioritaskan pembiayaan pada sektor produksi sebagai penggerak ekonomi riil. Sepanjang 2025, komposisi penyaluran KUR didominasi sektor produksi sebesar 61 persen, sementara sektor non-produksi tercatat sebesar 39 persen.

Kebijakan ini turut mengantarkan BPD Bali meraih apresiasi dari Kementerian Perekonomian sebagai salah satu dari empat lembaga keuangan di wilayah Regional Jawa II, Bali, dan Nusa Tenggara yang mampu menyalurkan lebih dari 60 persen KUR ke sektor produksi. Sektor yang menjadi fokus antara lain pertanian, industri pengolahan, serta perikanan.

Secara rinci, realisasi KUR BPD Bali pada 2025 terdiri atas KUR Kecil sebesar Rp1,448 triliun yang dinikmati 4.903 debitur. Selain itu, KUR Mikro disalurkan senilai Rp320 miliar kepada 3.988 debitur, sementara KUR Super Mikro mencapai Rp550 juta untuk 55 debitur.

Tak hanya KUR, BPD Bali juga aktif mendukung program strategis lain yang berkaitan dengan ketahanan ekonomi daerah. Salah satunya melalui Kredit Usaha Alat dan Mesin Pertanian (KUA) yang sepanjang 2025 berhasil direalisasikan sebesar Rp8,29 miliar atau memenuhi target 100 persen.

Di sisi lain, upaya mendorong penyerapan tenaga kerja dilakukan melalui penyaluran Kredit Industri Padat Karya (KIPK) sebesar Rp3,3 miliar. BPD Bali juga memperkuat dukungan di sektor perumahan lewat Kredit Program Perumahan (KPP) bagi masyarakat.

BACA JUGA:Livin’ Fest 2025 Resmi Hadir di Bali, Bank Mandiri Angkat Potensi UMKM dan Industri Kreatif

Serangkaian kontribusi tersebut mengantarkan BPD Bali menerima apresiasi dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, termasuk penghargaan atas keberhasilan mendukung pembiayaan UMKM dalam ajang Bali Green Economy Forum pada Oktober 2025.

Sudharma menegaskan bahwa capaian tersebut tidak hanya diukur dari besarnya penyaluran kredit, tetapi juga dari kualitas pertumbuhan yang berkelanjutan. Hal ini tercermin dari pengelolaan risiko yang ketat, dengan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross yang terjaga di level 0,80 persen.

Rendahnya NPL tersebut, lanjut Sudharma, menunjukkan ketangguhan dan integritas pelaku usaha di Bali. Ke depan, Bank BPD Bali berkomitmen terus memperluas pemberdayaan UMKM serta memperkuat perekonomian daerah.

Memasuki 2026, BPD Bali menargetkan peran yang lebih besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkokoh ketahanan ekonomi Bali, serta tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit.

Sumber: