Catat Tanggalnya! Gerhana Matahari Cincin 2026 Jadi Pembuka Rangkaian Ring of Fire

Catat Tanggalnya! Gerhana Matahari Cincin 2026 Jadi Pembuka Rangkaian Ring of Fire

Ilustrasi gerhana matahari cincin-Freepik-

DENPASAR, DIWSAYBALI.ID - Fenomena gerhana Matahari kembali terjadi pada awal 2026. Tepatnya pada 17 Februari, langit akan menyuguhkan gerhana Matahari cincin yang dikenal sebagai salah satu peristiwa astronomi langka. 

Kejadian ini tidak muncul setiap tahun dan kemunculannya bergantung pada posisi Bulan dan Matahari yang sangat spesifik.

Gerhana Matahari cincin terjadi saat Bulan berada pada jarak terjauhnya dari Bumi. Dalam dunia astronomi, posisi ini disebut apogee. Kondisi tersebut membuat ukuran Bulan tampak lebih kecil jika dilihat dari Bumi. 

BACA JUGA:Enam Kategori Lomba Meriahkan Bulan Bahasa Bali ke-8 Tahun 2026 di Buleleng 12 Februari

Akibatnya, Bulan tidak sepenuhnya menutup piringan Matahari. Cahaya Matahari masih terlihat di bagian tepi dan membentuk lingkaran terang yang menyerupai cincin.

Laman British Broadcasting Corporation atau BBC menjelaskan bahwa pada momen tersebut, Bulan berada tepat di antara Matahari dan Bumi. 

Namun jaraknya yang lebih jauh membuat bayangan yang dihasilkan tidak mampu menutupi Matahari secara penuh. Efek visual inilah yang kemudian dikenal sebagai "cincin api" dan sering menarik perhatian para pengamat langit.

Sayangnya, fenomena ini tidak bisa disaksikan dari Indonesia. Berdasarkan data yang dirilis Science NASA, lintasan utama gerhana Matahari cincin 17 Februari 2026 hanya melewati wilayah Antarktika. Meski demikian, fase gerhana sebagian masih dapat terlihat di beberapa kawasan lain. 

Wilayah tersebut meliputi Afrika bagian selatan, Amerika Selatan, serta area perairan luas di Samudra Atlantik, Pasifik, dan Hindia.

BACA JUGA:Ketua Umum PRIMA: Presiden Prabowo Pimpin Perubahan Besar dan Fundamental bagi Indonesia

Proses gerhana ini berlangsung cukup panjang. Situs astronomi Time and Date mencatat total durasi fenomena mencapai sekitar 271 menit. 

Gerhana Matahari sebagian menjadi fase pembuka dan mulai terjadi pada pukul 09.56 UTC atau 16.56 WIB di wilayah pertama yang terpapar bayangan Bulan.

Fase gerhana cincin dimulai pada pukul 11.42 UTC atau 18.42 WIB. Pada waktu itu, bayangan antumbra Bulan pertama kali menyentuh permukaan Bumi di kawasan Antarktika. Puncak gerhana diperkirakan berlangsung sekitar pukul 12.12 UTC atau 19.12 WIB. 

Saat fase maksimum ini, Bulan menutupi sekitar 96 persen piringan Matahari. Gerhana cincin berakhir pada pukul 12.41 UTC atau 19.41 WIB. Seluruh rangkaian gerhana Matahari sebagian baru benar-benar selesai sekitar pukul 14.27 UTC atau 21.27 WIB.

Sumber: