Jejak Sejarah dan Makna Barongsai dalam Perayaan Imlek
Asal-usul dan filosofi barongsai-Freepik-
DENPASAR, DISWAYBALI.ID - Barongsai selalu jadi salah satu pertunjukan yang paling ditunggu saat perayaan Tahun Baru Imlek.
Dentuman tambur dan gemerincing simbal seolah jadi penanda bahwa suasana suka cita benar-benar dimulai. Di berbagai kota, atraksi ini tampil meramaikan vihara, klenteng, kawasan pecinan, hingga pusat perbelanjaan.
Secara umum, barongsai dikenal sebagai Chinese Lion Dance, seni pertunjukan tradisional yang memadukan unsur tari, bela diri, dan akrobatik. Wujudnya menyerupai singa dengan warna-warna mencolok, terutama merah dan emas, lengkap dengan ornamen khas Tionghoa yang dipercaya membawa keberuntungan.
BACA JUGA:Jelang Imlek 2026, Vihara Satya Dharma Benoa Rampungkan 70 Persen Persiapan
Jejak Sejarah dari Dinasti Han
Sejumlah literatur menyebut, asal-usul barongsai berkaitan dengan kisah yang berkembang pada masa Dinasti Han, sekitar tahun 25–220 Masehi. Cerita rakyat yang populer terjadi pada masa pemerintahan Kaisar Zhang dari Han Timur.
Kala itu, Kerajaan Da Yuezhi di Asia Tengah mengirimkan seekor Singa Berambut Emas sebagai hadiah diplomatik kepada istana Han.
Namun hadiah tersebut disertai tantangan: Dinasti Han harus mampu menaklukkan singa itu. Jika gagal, hubungan diplomatik terancam putus.
Tiga orang pemberani dipilih untuk menjalankan tugas tersebut, tetapi upaya mereka tak membuahkan hasil. Singa yang semula menjadi simbol kekuatan justru mengalami perlakuan kasar hingga akhirnya tewas.
Para pekerja istana yang panik kemudian menyiasati keadaan dengan mengenakan kulit singa tersebut dan menirukan gerak-geriknya, sementara seorang lainnya menari untuk mengalihkan perhatian.
BACA JUGA:CATAT! Ini Jadwal Libur Imlek 2026 Sesuai SKB 3 Menteri
Upaya itu berhasil membuat istana percaya bahwa singa telah ditaklukkan. Dari sinilah muncul keyakinan bahwa tarian singa melambangkan kemenangan, keberanian, serta perlindungan dari ancaman. Seiring berjalannya waktu, kisah tersebut berkembang menjadi tradisi pertunjukan yang diwariskan turun-temurun.
Akulturasi di Indonesia
Di Indonesia, barongsai punya perjalanan sejarah tersendiri. Mengutip keterangan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, istilah "barongsai" diyakini berasal dari kata "barong" dalam budaya Jawa dan Bali—yang merujuk pada topeng atau figur mitologis—serta "sai" dari bahasa Hokkien yang berarti singa.
Perpaduan budaya Tionghoa dan lokal inilah yang membuat barongsai memiliki warna khas ketika dipentaskan di Tanah Air. Tak heran jika atraksinya kerap menjadi bagian dari perayaan besar masyarakat Tionghoa Indonesia, terutama saat Imlek.
Menurut penjelasan di laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, singa dalam tradisi Tionghoa merupakan simbol kebahagiaan dan keberuntungan.
Sumber: