Ratusan Mangrove di Benoa Mengering, Diduga Akibat Kebocoran Pipa BBM Pertamina

Ratusan Mangrove di Benoa Mengering, Diduga Akibat Kebocoran Pipa BBM Pertamina

Kolase foto Anggota Komisi III DPR RI Dapil Bali, I Nyoman Parta saat melihat kondisi mangrove yang mengering di Kawasan Pelabuhan Benoa, pada Jumat (20/2/2026).-Rivansky Pangau/Disway.id-

DENPASAR, DISWAYBALI.ID - Ratusan pohon mangrove di kawasan Pelindo Benoa, Denpasar Selatan, ditemukan mati dalam kondisi tidak wajar. 

Pohon-pohon yang mengering itu berada di sisi barat pintu masuk Tol Bali Mandara, tepatnya di area pesisir Benoa.

Jenis mangrove yang terdampak antara lain Sonneratia alba (prapat), Rhizophora apiculata (bakau), dan Avicennia marina (api-api). 

BACA JUGA:Pohon Beringin Raksasa Tumbang di Puri Kantor Ubud, Timpa Bangunan dan Kendaraan di Jalan Suweta

Berdasarkan pantauan di lapangan, ranting dan daun terlihat kering, bahkan sebagian besar pohon sudah kehilangan warna hijau alaminya.

Anggota Komisi III DPR RI Dapil Bali, I Nyoman Parta, mengaku terkejut saat melihat kondisi tersebut sepulang dari Jakarta. 

Ia menghentikan kendaraannya dan meminta nelayan setempat mengantarnya meninjau langsung dari perairan.

Dalam peninjauan itu, Parta didampingi komunitas Mangrove Ranger dan kelompok nelayan Simbar Segara. 

Ia menyebut kematian mangrove tersebut patut dicurigai bukan karena faktor alami.

BACA JUGA:TRC PUPR Gianyar Tangani Longsor dan Pohon Tumbang Akibat Cuaca Ekstrem di Payangan

"Saya curiga ini matinya tidak faktor alami. Memang perlu dibuktikan tapi berdasarkan informasi awal ada kebocoran pipa milik pertamina atau perusahaan yang ada di sini," kata Nyoman Parta, Jumat, 20 Februari 2026.

Dugaan mengarah pada kebocoran pipa distribusi BBM dari Pelabuhan Benoa menuju Pangkalan Pertamina Pesanggaran. 

Sekitar November 2025, diketahui ada kegiatan pemeliharaan jalur pipa tersebut.

Sejumlah pegiat mangrove mengaku pohon-pohon mulai layu sejak periode itu. 

Sumber: