Takbiran Diprediksi Bertepatan dengan Nyepi, Umat Muslim Bali Diminta Laksanakan di Masjid Terdekat
Ilustrasi malam takbiran--
DENPASAR, DISWAYBALI.ID - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Bali mulai mematangkan pembahasan terkait potensi berbarengannya malam takbir Idul Fitri 1447 Hijriah dengan pelaksanaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1948 yang diperkirakan jatuh pada 19 Maret 2026.
Situasi ini menjadi perhatian bersama karena dua momentum besar keagamaan tersebut berlangsung hampir bersamaan di Pulau Dewata.
Perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bali yang juga duduk sebagai pengurus FKUB, Samsul Hadi, menyampaikan bahwa hasil pembahasan sementara mengarah pada perkiraan Hari Raya Idul Fitri jatuh pada 20 Maret 2026.
BACA JUGA:BBPOM Denpasar Uji 27 Sampel Takjil di Pasar Ramadan Wanasari, Pastikan Bebas Boraks dan Formalin
Artinya, umat Muslim di Bali kemungkinan akan melaksanakan malam takbiran bertepatan dengan rangkaian pelaksanaan Nyepi.
Ia menjelaskan bahwa takbiran tetap diperbolehkan, namun dengan sejumlah penyesuaian.
Takbiran dapat digelar mulai pukul 18.00 hingga 21.00 Wita dan dilaksanakan di musala maupun masjid terdekat dari tempat tinggal masing-masing. Meski diizinkan, pelaksanaannya diharapkan berlangsung sederhana dan tetap menjaga kekhidmatan suasana Nyepi.
Ketua Dewan Pimpinan MUI Bali itu menuturkan, umat Muslim diimbau tidak menggunakan kendaraan secara berlebihan saat menuju tempat ibadah.
Selain itu, lampu penerangan agar digunakan secukupnya dan pengurus masjid diminta tidak menyalakan pengeras suara keluar ruangan.
BACA JUGA:Disperindag Catat Kenaikan Cabai Rawit di Denpasar pada 1 Ramadhan 1447 H
Pengamanan internal masjid juga diharapkan berkoordinasi dengan unsur keamanan setempat demi menjaga situasi tetap kondusif.
Menurut Samsul, tidak ada pembatasan jumlah jamaah secara khusus. Namun, yang ditekankan adalah agar warga yang mengikuti takbiran merupakan masyarakat sekitar lingkungan masjid, sehingga tidak menimbulkan mobilitas besar yang berpotensi mengganggu kekhusyukan Hari Raya Nyepi.
FKUB Bali sendiri menekankan pentingnya menjaga semangat toleransi, kekeluargaan, serta saling menghormati antarpemeluk agama.
Dengan komunikasi yang baik dan kesadaran bersama, dua perayaan suci tersebut diharapkan dapat berjalan berdampingan secara damai dan penuh pengertian, dimana mencerminkan harmoni kehidupan beragama di Bali.
Sumber: