Ekonomi Bali 5,82 Persen, Industri Jasa Keuangan Solid
Kepala OJK Provinsi Bali, Kristrianti Puji Rahayu (kedua dari kiri) saat memaparkan kondisi terkini Industri Jasa Keuangan di Bali.-Rivansky Pangau-
DENPASAR, DISWAYBALI.ID — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali mencatat stabilitas Industri Jasa Keuangan (IJK) di Bali hingga posisi Desember 2025, tetap terjaga di tengah dinamika global dan domestik.
Kepala OJK Provinsi Bali, Kristrianti Puji Rahayu, menegaskan kondisi tersebut mencerminkan resiliensi sektor keuangan daerah. “Hal ini tercermin dari fungsi intermediasi berjalan baik, profil risiko yang terjaga dan likuiditas di level yang memadai,” ujarnya.
Secara kumulatif tahun 2025, perekonomian Bali tumbuh 5,82 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional sebesar 5,11 persen dan menempatkan Bali di posisi kelima tertinggi secara nasional.
Kinerja perbankan (Bank Umum dan BPR, red) di Bali hingga Desember 2025 menunjukkan pertumbuhan kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang stabil.
Kredit berdasarkan lokasi bank tumbuh 6,73 persen (yoy) menjadi Rp119,87 triliun, sedangkan kredit berdasarkan lokasi proyek tumbuh 7,18 persen (yoy) menjadi Rp144,49 triliun.
BACA JUGA:Kolaborasi OJK, LPS, dan BPS Lewat SNLIK 2026 Sasar 75 Ribu Responden se-Indonesia
Dari sisi penggunaan, pertumbuhan kredit didorong kredit investasi yang naik Rp5,72 triliun atau 16,21 persen (yoy), terutama pada sektor akomodasi dan makan minum serta real estat.
Selain itu, kredit konsumsi tumbuh 4,69 persen (yoy), sementara kredit modal kerja meningkat 0,09 persen (yoy).
Adapun sebesar 51,11 persen kredit, lanjut Puji—sapaan akrabnya, disalurkan kepada UMKM dengan pertumbuhan 3,91 persen (yoy). “Penyaluran kredit UMKM di Provinsi Bali masih lebih tinggi dibandingkan tingkat nasional, baik dari porsi kredit maupun pertumbuhan,” imbuhnya.
Sementara. Itu, DPK tercatat tumbuh 7,49 persen (yoy) menjadi Rp203,97 triliun, ditopang kenaikan tabungan Rp7,50 triliun.
Sementara itu, Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di level 58,60 persen.
BACA JUGA:BTN Economic Outlook 2026: Investasi Terarah, Bangun Legacy
Kualitas kredit tetap terjaga dengan NPL gross 2,44 persen dan NPL net 1,68 persen.
Rasio Loan at Risk (LaR) menurun menjadi 9,12 persen.
Sumber: