Parade Ogoh-Ogoh Meriahkan Hari Pertama Badung Caka Fest 2026 di Puspem Badung
Parade ogoh-ogoh yang menjadi salah satu rangkaian pembukaan Badung Caka Festival 2026-Wakil Bupati Badung-
BADUNG, DISWAYBALI.ID - Suasana di Lapangan Balai Budaya Giri Nata Mandala, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, mulai ramai pada Jumat (6/3/2026) sejak siang hari. Warga terlihat berdatangan untuk menyaksikan parade ogoh-ogoh yang menjadi bagian dari rangkaian pembukaan Badung Caka Festival 2026.
Pada hari pertama festival budaya tahunan tersebut, tujuh ogoh-ogoh terbaik dari berbagai desa adat di Kabupaten Badung dijadwalkan tampil memperlihatkan kreativitas mereka di hadapan masyarakat dan dewan juri.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Made Widiana, menjelaskan bahwa karya-karya yang tampil dalam parade ini merupakan hasil seleksi panjang dari ratusan peserta. Dari proses penilaian awal itu, akhirnya terpilih 21 ogoh-ogoh yang menjadi nominasi tingkat kabupaten.
BACA JUGA:Pemkab Karangasem Tiadakan Lomba Ogoh-Ogoh 2026, Terkendala Anggaran
Menurut Widiana, puluhan karya tersebut nantinya kembali dinilai untuk menentukan para pemenang utama dalam festival tersebut. Ia menyebutkan bahwa dari jumlah itu akan dipilih Juara 1 hingga Harapan 3.
"Hasilnya sekarang ada 21 ogoh-ogoh atau sekaa teruna, yowana yang tampil di sini sebagai nominasi. Nanti dari jumlah tersebut akan kami saring lagi untuk mencari Juara 1 sampai Harapan 3," ujar Widiana.
Festival budaya Badung Caka Fest 2026 sendiri berlangsung selama tiga hari, mulai 6 hingga 8 Maret 2026. Pada pembukaan hari pertama, sejumlah banjar menampilkan karya mereka, di antaranya Banjar Taman dari Abiansemal, Banjar Badung dari Mengwi, Banjar Kung dari Dalung, serta Banjar Tegal dari Selat.
Selain itu, parade juga diikuti oleh perwakilan dari Tempekan Tegal Permai (Kerobokan), Banjar Seminyak Kaja (Kuta), dan Banjar Kulibul Kangin (Padonan).
Widiana menuturkan bahwa kegiatan ini memang rutin digelar setiap tahun oleh Pemerintah Kabupaten Badung sebagai ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas mereka dalam seni ogoh-ogoh. Tahun ini festival mengusung tema "Sakti Nugraha Loka", yang menekankan pada upaya mengangkat serta memberdayakan potensi budaya lokal yang dimiliki daerah tersebut.
"Badung Saka Festival ini adalah kegiatan rutin tahunan yang akan kami gelar terus sebagai wadah kreativitas Yowana di Kabupaten Badung. Temanya sekarang adalah Sakti Nugraha Loka, yang artinya kami memberdayakan potensi lokal yang ada di Badung," jelasnya.
Sebelum sampai pada tahap final ini, tercatat 583 banjar dari seluruh wilayah Kabupaten Badung turut ambil bagian dalam seleksi awal. Para peserta tersebut sebelumnya dibagi ke dalam tujuh zona penilaian, kemudian dipilih tiga terbaik dari masing-masing zona untuk melaju ke tingkat kabupaten.
"Pada tahun ini Badung Saka Fest diikuti oleh 583 banjar yang kami bagi menjadi tujuh zona penilaian. Selanjutnya kami pilih tiga yang terbaik dari tiap zona itu untuk tampil di tingkat kabupaten," kata Widiana.
Untuk memacu semangat para peserta, Pemerintah Kabupaten Badung juga menyiapkan hadiah dengan nilai cukup besar. Juara pertama akan memperoleh Rp50 juta, sementara juara kedua dan ketiga masing-masing mendapatkan Rp45 juta dan Rp40 juta. Nilai hadiah tersebut kemudian berkurang Rp5 juta untuk setiap peringkat berikutnya hingga kategori Harapan 3.
Sumber: