Wamenpar Ni Luh Puspa Cek Kesiapan Destinasi Wisata Bali Jelang Lebaran

Wamenpar Ni Luh Puspa Cek Kesiapan Destinasi Wisata Bali Jelang Lebaran

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa melakukan kunjungan kerja ke sejumlah destinasi wisata di Bali pada Jumat, 6 Maret 2026-Kemenpar RI-tangkapan layar instagram

DENPASAR, DISWAYBALI.ID - Menjelang periode libur Lebaran 2026, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa melakukan kunjungan kerja ke sejumlah destinasi wisata di Bali pada Jumat, 6 Maret 2026. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan destinasi wisata menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan domestik yang biasanya meningkat selama masa libur panjang tersebut.

Dalam kunjungan itu, Wamenpar mendatangi beberapa objek wisata populer di Bali. Di antaranya Uluwatu Temple, Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, Pantai Melasti, dan Pantai Kuta. Rangkaian peninjauan dilakukan untuk melihat langsung kondisi lapangan sekaligus memastikan fasilitas pendukung bagi wisatawan sudah siap digunakan.

Ni Luh Puspa menjelaskan bahwa pemerintah ingin memastikan setiap destinasi memiliki kesiapan yang baik menjelang libur Lebaran. 

BACA JUGA:Jelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, Polda Bali Siapkan Personel Lewat Lat Pra Operasi Ketupat Agung 2026

Ia menyebutkan bahwa periode tersebut biasanya diikuti peningkatan kunjungan wisatawan domestik ke berbagai daerah tujuan wisata termasuk Bali. Selain kondisi destinasi, aspek keamanan dan keselamatan wisatawan juga menjadi perhatian utama dalam kunjungan tersebut.

Pengelola destinasi wisata pun menyatakan telah melakukan sejumlah persiapan untuk menghadapi peningkatan jumlah pengunjung. 

General Manager DTW Uluwatu I Wayan Wijana mengatakan pihaknya memperkirakan lonjakan wisatawan selama libur Lebaran dapat mencapai 30 hingga 50 persen dibanding hari biasa. Ia menilai momen libur panjang ini menjadi peluang untuk meningkatkan jumlah wisatawan domestik yang datang ke kawasan tersebut.

Menurut Wayan Wijana, pengelola menargetkan jumlah kunjungan harian di DTW Uluwatu dapat mencapai sekitar lima hingga enam ribu wisatawan. 

Untuk mendukung hal itu, berbagai fasilitas telah dipersiapkan dengan baik. Mulai dari toilet umum hingga sistem pengelolaan sampah. Jalur evakuasi dan titik kumpul juga sudah dipastikan dalam kondisi siap digunakan.

BACA JUGA:Ariasandy: 2.076 Personel Dikerahkan untuk Pastikan Bali Aman Jelang Operasi Ketupat

Selain itu, pengelola juga melakukan langkah antisipasi terhadap potensi risiko di kawasan wisata alam terbuka tersebut. Salah satunya dengan melakukan pemangkasan pohon dan ranting untuk mencegah kemungkinan pohon tumbang akibat angin kencang yang sering terjadi di kawasan tebing Uluwatu.

Dalam kegiatan peninjauan tersebut, Wamenpar juga didampingi oleh perwakilan industri pariwisata serta Dinas Pariwisata Kabupaten Badung. Mereka meninjau sejumlah aspek penting seperti pengelolaan pengunjung, kebersihan area wisata, keamanan lokasi, hingga kesiapan menghadapi cuaca ekstrem.

Standar CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) juga menjadi salah satu hal yang diperiksa selama kunjungan berlangsung. Pemerintah ingin memastikan setiap destinasi wisata menerapkan standar kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan keberlanjutan lingkungan dengan baik.

Destinasi pertama yang ditinjau adalah kawasan Uluwatu. Di lokasi tersebut Wamenpar melihat langsung kesiapan berbagai fasilitas bagi wisatawan. Ia juga meninjau fasilitas kesehatan, toilet, serta panggung pertunjukan Tari Kecak yang menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan yang datang ke kawasan tersebut.

Sumber: