DKPKP Gianyar Gelar Gerakan Pangan Murah untuk Jaga Stabilitas Harga Pangan
Kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang dilaksanakan pada Jumat (13/3) di sisi utara Alun-alun Kota Gianyar-Pemkab Gianyar-
GIANYAR, DISWAYBALI.ID - Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948 dan Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Gianyar menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Program tersebut dilaksanakan pada Jumat (13/3) di sisi utara Alun-alun Kota Gianyar dan mendapat sambutan cukup antusias dari masyarakat.
Kegiatan ini digagas oleh Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gianyar dengan melibatkan sejumlah pihak seperti Perum Bulog, agen LPG, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
BACA JUGA:Kabar Duka dari Gianyar: Anak Agung Gde Agung Bharata Tutup Usia di RSUD Sanjiwani
Tujuannya adalah menjaga kestabilan pasokan serta harga bahan pangan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang hari raya besar keagamaan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gianyar, I Gusti Agung Sri Widyawati, menjelaskan bahwa program tersebut merupakan langkah pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat tetap bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.
Ia menyebut melalui Gerakan Pangan Murah, masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.
"Melalui GPM ini masyarakat bisa memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang lebih murah dari harga pasar sehingga daya beli tetap terjaga. Kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas inflasi," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut tersedia berbagai kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, telur, hingga gas LPG 3 kilogram. Selain itu, sejumlah produk hasil UMKM serta buah-buahan juga turut dijual kepada masyarakat. Harga yang ditawarkan berada di bawah harga pasar, namun tetap memperhatikan agar tidak merugikan para produsen maupun pelaku UMKM.
Sri Widyawati juga menjelaskan bahwa harga yang lebih terjangkau dapat terjadi karena produsen dan konsumen dipertemukan secara langsung dalam kegiatan ini.
Dengan demikian rantai distribusi menjadi lebih singkat karena tidak melalui perantara ataupun pengepul.
Antusiasme masyarakat terlihat dari cepatnya sejumlah bahan pokok terjual selama kegiatan berlangsung.
Kondisi tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat sekaligus menandakan bahwa program ini cukup membantu dalam memenuhi kebutuhan pangan menjelang hari raya.
Sumber: