Rute Trans Sarbagita Denpasar–Bangli Kembali Beroperasi Mulai 1 April 2026
Layanan transportasi publik Trans Sarbagita untuk rute Denpasar–Bangli kembali beroperasi mulai 1 April 2026--instagram
DENPASAR, DISWABALI.ID - Layanan transportasi publik Trans Sarbagita untuk rute Denpasar–Bangli dipastikan kembali beroperasi mulai 1 April 2026.
Sebelumnya layanan ini sempat dihentikan sejak Desember 2025 karena kontrak kerja sama dan anggaran operasional yang telah berakhir.
Kepala UPTD Trans Bali/Trans Sarbagita Dinas Perhubungan Bali, I Nyoman Wiratama, menyampaikan bahwa pengoperasian kembali rute ini tidak mengalami perubahan dari sisi teknis. Jumlah armada yang digunakan tetap dua unit bus per hari dengan total empat perjalanan pulang-pergi.
BACA JUGA:Mudik Lebaran 2026, Penumpang Bali-Jawa Tembus 494 Ribu Orang
Untuk titik keberangkatan, bus dari Denpasar beroperasi dari GOR Ngurah Rai, sementara dari Bangli dimulai di area parkir Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa.
Jalur ini dinilai cukup strategis karena menghubungkan pusat aktivitas masyarakat, termasuk kawasan pendidikan dan fasilitas layanan kesehatan.
Layanan ini juga tetap gratis sehingga menjadi pilihan favorit bagi masyarakat. Tidak hanya warga umum, mahasiswa, hingga pekerja di sekitar Bangli dan Denpasar turut memanfaatkan rute ini untuk mobilitas harian mereka.
Menurut Wiratama tingginya minat masyarakat menjadi salah satu alasan utama dibukanya kembali rute ini. Aspirasi tersebut sebelumnya telah disampaikan kepada Gubernur Bali, I Wayan Koster, lalu ditindaklanjuti oleh Dinas Perhubungan Bali.
Berikut jadwal keberangkatan bus Trans Sarbagita rute Denpasar–Bangli:
Denpasar-Bangli:
- Pukul 07.00 Wita
- Pukul 09.00 Wita
- Pukul 12.30 Wita
- Pukul 14.00 Wita
BACA JUGA:Perluas Layanan Transportasi Umum, Bus Trans Metro Dewata Bersiap Masuk Buleleng
Bangli-Denpasar:
- Pukul 09.30 Wita
- Pukul 11.30 Wita
- Pukul 15.00 Wita
- Pukul 16.30 Wita
Dengan kembali beroperasinya rute ini, diharapkan akses transportasi publik di Bali semakin merata.
Selain mempermudah mobilitas masyarakat, layanan ini juga menjadi langkah pemerintah daerah dalam mendorong penggunaan angkutan umum yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Sumber: