Antara Bhakti dan Rezeki, Ratusan Ojek Dikerahkan Demi Kelancaran IBTK Besakih
Para pengemudi ojek lokal melayani antar-jemput pemedek dengan tarif Rp10.000 sekali jalan.-Rivansky Pangau/Disway.id-
KARANGASEM, DISWAYBALI.ID - Ratusan tukang ojek dikerahkan untuk menunjang kelancaran persembahyangan dalam rangka Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih.
Langkah ini dilakukan oleh Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci guna memastikan keamanan dan kenyamanan pemedek saat tangkil.
Para pengemudi ojek lokal tersebut melayani antar-jemput pemedek dengan tarif Rp10.000 sekali jalan.
BACA JUGA:Narkoba Senilai Rp19,8 Miliar Nyaris Beredar di Bali, WNA Asal Kazakhstan Diciduk Polisi
Mereka ditempatkan di sejumlah titik strategis, seperti Parkir Kedungdung, Parkir Manik Mas, hingga kawasan Pura Dalem Puri.
Dengan mengenakan rompi dan nomor identitas resmi, para pengemudi diatur melalui sistem antre untuk menghindari penumpukan dan persaingan tidak sehat di lapangan.
Umumnya, pemedek diantarkan hingga kawasan Padma Bhuwana sebelum melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Penataran Agung Pura Besakih.
Penataan ini dinilai mampu menciptakan suasana yang lebih tertib dan nyaman bagi umat yang hendak bersembahyang.
BACA JUGA:BTN Salurkan 6 Juta KPR hingga April 2026, Perkuat Transformasi Beyond Mortgage
Salah satu pengemudi ojek, Komang Edo, mengatakan bahwa jumlah pemedek cenderung lebih landai pada hari kerja dibandingkan akhir pekan.
“Saya mulai ngojek tadi dari jam 8. Kalau hari biasa tidak begitu ramai karena hari kerja. Biasanya ramai itu saat Sabtu dan Minggu,” ungkapnya, Selasa, 14 April 2026.
Meski demikian, Edo mengaku tetap bersyukur. Saat kunjungan membludak, ia bisa meraup penghasilan hingga Rp500 ribu dalam sehari.
“Ya, disyukuri. Kalau ramai bisa sampai Rp500 ribu, karena ojeknya juga banyak saat karya,” imbuhnya.
Selain layanan ojek, Badan Pengelola juga menyediakan shuttle listrik gratis yang melayani rute Parkir Manik Mas menuju Padma Bhuwana.
Sumber: