Kasus DBD di Buleleng Meningkat, Dinkes Temukan Titik Jentik dan Intensifkan Penanganan

Kasus DBD di Buleleng Meningkat, Dinkes Temukan Titik Jentik dan Intensifkan Penanganan

Kasus DBD di Buleleng Meningkat, Dinkes Temukan Titik Jentik dan Intensifkan Penanganan.--Dok. Pemkab Buleleng

BULELENG, DISWAYBALI.ID - Peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Buleleng mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buleleng melakukan penyelidikan epidemiologi dan menemukan sejumlah titik perkembangbiakan jentik nyamuk di sekitar lokasi kasus.

Kepala Dinkes Buleleng, Sucipto, pada Senin (13/4) menyampaikan bahwa tim penyelidik epidemiologi langsung turun ke lapangan setelah menerima laporan.

BACA JUGA:Lomba Bibit Sapi Bali Gianyar Dorong Peningkatan Mutu Genetik dan Kesejahteraan Peternak

“Begitu kami terima laporan, langsung kami lakukan PE. Dari hasil pemeriksaan ditemukan sejumlah titik jentik,” ujar Sucipto.

Temuan ini memperkuat dugaan adanya penularan lokal di wilayah padat penduduk.

Petugas kemudian melakukan penyisiran ke rumah-rumah warga di sekitar lokasi.

Langkah pengendalian darurat dilakukan melalui fogging selektif.

Namun, Sucipto menegaskan bahwa fogging bukan solusi utama dalam penanganan DBD.

BACA JUGA:Lomba Ogoh-Ogoh Gianyar 2026, ST Pandawa Tarukan Raih Juara I

“Yang paling penting tetap pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Fogging tidak menjamin memutus siklus penularan, hanya membasmi nyamuk dewasa, potensi jentik masih ada, belum lagi adanya pencemaran udara” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Pemberantasan sarang nyamuk melalui pencegahan tumpukan sampah dan genangan air dinilai harus menjadi prioritas.

Menurutnya, kepadatan penduduk, cuaca ekstrem, dan rendahnya kesadaran masyarakat menjadi faktor utama meningkatnya kasus.

Sumber: