Kejati Bali Ajak Lintas Sektor Jaga Lingkungan Lewat Penanaman Mangrove
Tanam mangrove di Tahura Ngurah Rai, Kejati Bali usung tema "Kolaborasi Hijau: Wariskan Mangrove untuk Bumi"-pemkabbadung-
BADUNG, DISWAYBALI.ID - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa ikut hadir dalam kegiatan penanaman mangrove sekaligus pelepasliaran burung di kawasan Hutan Tahura Ngurah Rai pada Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan ini merupakan inisiatif Kejaksaan Tinggi Bali yang mengusung tema "Kolaborasi Hijau: Wariskan Mangrove untuk Bumi".
Kalau dilihat, kegiatan ini bukan sekadar seremoni tanam-menanam. Ada pesan yang ingin ditekankan terutama soal pentingnya kerja bareng lintas sektor dalam menjaga ekosistem pesisir Bali yang semakin rentan.
BACA JUGA:GOW Badung Gelar Pelatihan Garnish dan Fruit Carving untuk Perempuan Desa Carangsari
Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Chatarina Muliana Girsang, dalam sambutannya menyinggung peran penting mangrove.
Ia menjelaskan bahwa hutan mangrove punya fungsi yang cukup krusial, mulai dari melindungi pantai dari abrasi dan gelombang, mencegah intrusi air laut, sampai menjadi habitat bagi berbagai biota.
Selain itu mangrove juga dikenal mampu menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar.
Kawasan Tahura Ngurah Rai sendiri disebut sebagai salah satu ekosistem pesisir yang penting di Bali, baik dari sisi lingkungan maupun keanekaragaman hayatinya.
Hal yang sama juga disampaikan Bupati Adi Arnawa. Ia mengapresiasi langkah Kejati Bali yang dinilai konkret dalam upaya pelestarian lingkungan. Dimana menurutnya, kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa isu perubahan iklim bukan hanya dibicarakan tetapi juga mulai dijawab dengan aksi nyata.
BACA JUGA:Bupati Badung Hadiri Karya Ngenteg Linggih di Subak Aban, Salurkan Dana Rp 350 Juta
Kegiatan ini juga dihadiri sejumlah pejabat daerah dan segenap bagian Forkopimda.
Gubernur Bali Wayan Koster terlihat hadir bersama jajaran pemerintah provinsi. Ada juga Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, para kepala kejaksaan negeri se-Bali, hingga perwakilan instansi terkait seperti pengelola Tahura dan dinas lingkungan hidup.
Secara keseluruhan, kegiatan ini menjadi semacam pengingat bahwasanya menjaga mangrove bukan pekerjaan satu pihak saja, namum di perlukan keterlibatan banyak orang dan konsistensi. Karena pada akhirnya yang dijaga bukan hanya hutan mangrove, tetapi juga keseimbangan lingkungan di Bali ke depannya.
Sumber: