Transaksi BBTF 2026 Tembus Rp6,9 Triliun, Bali Kian Dipercaya Dunia
Sejumlah narasumber saat menghadiri press conference penutupan 12th Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026.-Rivansky Pangau/disway.id-
BADUNG, DISWAYBALI – Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 resmi ditutup dengan catatan menggembirakan.
Ajang pariwisata terbesar Indonesia itu membukukan potensi transaksi mencapai Rp6,9 triliun.
Pencapaian tersebut menjadi sinyal kuat, bahwa kepercayaan pasar internasional terhadap pariwisata Indonesia masih terjaga.
Kondisi itu terjadi di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik global yang terus berkembang.
Forum bisnis tersebut menjadi wadah strategis, untuk memperkuat jejaring usaha dan promosi destinasi. Sekaligus membuka peluang kerja sama baru bagi industri pariwisata Indonesia di pasar global.
Tercapainya target jumlah buyer menunjukkan optimisme pasar, terhadap potensi pariwisata Indonesia. Kehadiran buyer dari Asia, ASEAN, Afrika, dan Australia memperluas peluang kolaborasi bagi pelaku industri nasional.
BACA JUGA:Sambut Hardiknas, BEM Bali Utara Gelar Diskusi tentang Kondisi Pendidikan di Buleleng
Namun BBTF menegaskan satu hal penting, bahwa transaksi bukan satu-satunya indikator keberhasilan. Nilai terbesar travel fair justru lahir dari tindak lanjut bisnis setelah acara berakhir.
Kontrak lanjutan, pengembangan itinerary baru, hingga perluasan pasar menjadi dampak yang diharapkan. Termasuk keputusan buyer untuk membawa lebih banyak wisatawan ke Indonesia.
Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa, menilai capaian ini menjadi pengingat bagi seluruh pelaku industri. Menurutnya, kualitas destinasi harus terus diperkuat agar mampu bersaing di pasar internasional.
“Pariwisata Indonesia harus tumbuh dengan kualitas, bukan sekadar volume. Karena itu, kesiapan destinasi menjadi sangat penting - mulai dari kualitas produk, pelayanan, infrastruktur, hingga kemampuan destinasi dalam memberikan pengalaman yang aman, nyaman, dan bernilai bagi wisatawan,” tuturnya.
“Pemerintah juga terus mendorong pendekatan dengan berbagai airline untuk memperkuat konektivitas, sekaligus membawa curated products dari berbagai destinasi Indonesia melalui Indonesia Pavilion agar semakin siap ditampilkan kepada pasar global,” tukas Ni Luh Puspa.
BACA JUGA:BBTF 2026 Perkuat Posisi Indonesia di Pasar Wisata Global
Sementara itu, Ketua Panitia BBTF 2026 sekaligus Ketua DPD ASITA Bali, I Putu Winastra, mengatakan ada tiga pesan penting dari penyelenggaraan tahun ini.
Sumber: