Bali Dikunjungi 16,3 Juta Wisatawan, Kemacetan dan Lingkungan Jadi Sorotan
Gubernur Bali, Wayan Koster (kiri) saat memaparkan capaian sekaligus tantangan sektor pariwisata Bali, dalam Rakor Pembangunan Wilayah Bali, di Wisma Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali pada Senin, 20 Juli 2026.--Dok. Humas Pemprov Bali
DENPASAR, BALI.DISWAY.ID – Gubernur BALI, Wayan Koster memaparkan capaian sekaligus tantangan sektor pariwisata BALI.
Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Wilayah Bali, di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Senin, 20 Juli 2026.
Sepanjang 2025, kunjungan wisatawan ke Bali mencapai 16,3 juta orang. Jumlah itu terdiri atas 7,05 juta wisatawan mancanegara, dan sekitar 9,3 juta wisatawan domestik.
Angka tersebut hampir empat kali lipat dibanding jumlah penduduk Bali. Saat ini, jumlah penduduk Pulau Dewata diperkirakan sekitar 4,5 juta jiwa.
Di balik capaian tersebut, Koster mengingatkan masih ada tantangan besar yang harus dihadapi.
BACA JUGA:Nuanu Hadirkan Pameran Lucid Dreams dan Repetisi Memori selama Sebulan
Alih fungsi lahan, peningkatan volume sampah, gangguan ekosistem, hingga ancaman ketersediaan air bersih menjadi perhatian pemerintah.
Ia mengatakan, kapasitas infrastruktur dan layanan publik belum sepenuhnya mampu mengikuti pertumbuhan aktivitas masyarakat maupun wisatawan.
“Infrastruktur dan layanan publik kita belum sepenuhnya mampu mengimbangi peningkatan aktivitas. Kemacetan menjadi perhatian utama,” ujar Koster.
Menurut Koster, percepatan pembangunan infrastruktur menjadi syarat penting menjaga daya saing pariwisata Bali. Upaya itu juga diperlukan agar pertumbuhan sektor wisata tetap berjalan berkelanjutan.
“Jika kemacetan tidak segera ditangani, Bali berisiko mengalami penurunan kualitas destinasi dan daya saing pariwisata,” tegas Koster.
BACA JUGA:Bali Genjot PLTS, Gubernur Koster Bidik Net Zero Emission 2045
“Karena itu, peningkatan kapasitas infrastruktur harus menjadi prioritas, agar pertumbuhan pariwisata tetap berjalan seiring dengan kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.
Pemprov Bali juga telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengatasi persoalan tersebut.
Sumber: