GPIPS Balinusra Perkuat Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi
GPIPS diluncurkan untuk merespons tantangan ketahanan pangan yang semakin kompleks dan berkelanjutan. Pengendalian inflasi pangan kini diintegrasikan dengan penguatan ketahanan pangan, energi, dan finansial.--Dok. Humas BI Bali
TABANAN, BALI.DISWAY.ID — Bank Indonesia memperkuat sinergi pengendalian inflasi dan ketahanan pangan di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, yakni melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Balinusra 2026.
Kegiatan digelar di Subak Jatiluwih, Kabupaten Tabanan, Bali, pada Senin, 27 Juli 2026.
GPIPS menjadi penguatan program sebelumnya, yakni Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).
Program tersebut merespons tantangan ketahanan pangan yang semakin kompleks dan berkelanjutan. Pengendalian inflasi pangan kini diintegrasikan dengan penguatan ketahanan pangan, energi, dan finansial.
Asisten Gubernur sekaligus Kepala Departemen Regional Bank Indonesia, Rudy B Hutabarat, menjelaskan GPIPS mengandalkan strategi 4K.
BACA JUGA:PHRI Bali Prediksi Okupansi Hotel Naik hingga 12 Persen saat Peak Season Juni-Juli 2026
“Strategi itu meliputi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi efektif,” ujarnya.
Strategi tersebut, kata Rudy lagi, diterapkan melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan pemangku kepentingan.
“Langkah itu diarahkan menjaga stabilitas inflasi sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” imbuhnya.
Rudy menerangkan, wilayah Balinusra memiliki tantangan berbeda dibandingkan daerah lain di Indonesia.
“Karakter kepulauan, perubahan iklim, cuaca ekstrem, serta dinamika global memengaruhi produksi dan distribusi pangan,” tuturnya.
Bank Indonesia kemudian mendorong penguatan produktivitas dan modernisasi sektor pertanian.
BACA JUGA:Komite Percepatan Transformasi Digital: Momentum Membangun Pemerintahan Digital Kelas Dunia
Kerja Sama Antar Daerah atau KAD juga diperluas untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok pangan.
Sumber: