SUVJF 2026 Bertahan di Tengah Gempuran Festival Musik
SUVJF memasuki penyelenggaraan ke-13. Untuk tahun ini kembali digelar pada 7–8 Agustus 2026 di STHALA Ubud Bali, A Tribute Portfolio Hotel.--Dok. SUVJF
DENPASAR, BALI.DISWAY.ID – Di tengah menjamurnya festival musik lintas genre, STHALA Ubud Village Jazz Festival (SUVJF) 2026 tetap memilih setia pada identitasnya sebagai festival jazz.
Memasuki penyelenggaraan ke-13, festival ini kembali digelar pada 7–8 Agustus 2026 di STHALA Ubud Bali, A Tribute Portfolio Hotel.
Konsistensi itu mendapat apresiasi dari musisi senior sekaligus pendiri Salamander Big Band, Devy Ferdianto. Menurutnya, SUVJF menjadi salah satu festival jazz paling murni di Indonesia.
“Salah satu alasan kenapa ini bakal ketiga kali kami tampil, so far meskipun kami sudah pernah tampil di Java Jazz, dulu di Jazz juga, STHALA Ubud Village Jazz Festival itu yang masih paling murni menampilkan musisi-musisi jazz. Ini sangat kami appreciate. Jadi kami berusaha mati-matian untuk bisa hadir di sini,” ujar Devy dalam konferensi pers di Sanur, Denpasar, Kamis (30/7/2026).
Salamander Big Band akan kembali tampil untuk ketiga kalinya di SUVJF. Sebelumnya, kelompok ini pernah tampil pada 2016 dan 2021.
BACA JUGA:Kolaborasi 21 Seniman Indonesia—India Siap Ramaikan Pameran Art & Bali 2026
Devy mengaku membawa lebih dari 30 personel orkestra dari Bandung ke Bali bukan perkara sederhana. Namun, kesempatan tampil di SUVJF selalu menjadi motivasi tersendiri. “Tentunya tidak mudah bagi kami. Ini rombongan orkes, bukan dangdut. Kami 30 lebih orang,” katanya.
“Tidak mudah untuk mendatangkan mereka ke sini. Dan itu selalu menjadi kerinduan bagi kami untuk tampil pada event yang sangat besar ini,” sambung Devy.
Menurut Devy, tantangan terbesar penyelenggara festival saat ini adalah menjaga identitas. Di sisi lain, biaya produksi terus meningkat dan tuntutan pasar semakin besar.
“Kita semua tahu menyelenggarakan festival sebesar ini membutuhkan biaya yang luar biasa besar. Godaan untuk mengejar jumlah penonton dengan memasukkan genre-genre yang lebih populer tentu selalu ada. Itu bukan hal yang mudah untuk ditolak,” lanjut Devy.
BACA JUGA:Comeback BTS Pecah! 18,4 Juta Penonton Saksikan Konser di Netflix
Namun, keberanian mempertahankan arah itulah yang dinilai membuat SUVJF berbeda. Festival tersebut tetap memberi ruang utama bagi musik jazz.
“Yang saya hormati dari STHALA Ubud Village Jazz Festival adalah keberanian mereka untuk tetap menjaga arah. Mereka tidak kehilangan identitasnya,” tegasnya.
“Mereka tetap memberi ruang utama bagi musik jazz dan para musisinya,” kata Devy lagi.
Sumber: