APMF 2026 Dorong Pelaku Industri Beralih dari Kampanye ke Kolaborasi

APMF 2026 Dorong Pelaku Industri Beralih dari Kampanye ke Kolaborasi

Chairman APMF 2026, Andi Sadha saat membawakan sambutan pada Opening Ceremony APMF 2026, Kamis (6/8/2026).-Dok. Disway-

BADUNG, BALI.DISWAY.ID – Pelaku industri dinilai perlu mengubah cara pandang dalam membangun pemasaran. Fokus tidak lagi hanya menciptakan kampanye menarik, tetapi membangun kolaborasi yang mampu bertahan dalam jangka panjang.

Pesan tersebut mengemuka dalam hari kedua penyelenggaraan Asia Pacific Media Forum (APMF) 2026, di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Badung, Bali.

Chairman APMF 2026, Andi Sadha, mengatakan tantangan industri saat ini bukan lagi kekurangan ide atau insight. Menurutnya, organisasi justru perlu membangun fondasi yang mampu menghasilkan nilai secara berkelanjutan.

“Sebagian besar dari kita pernah menjalankan kampanye yang berhasil menarik perhatian pasar. Impression datang, percakapan meningkat, tetapi beberapa minggu atau beberapa bulan kemudian semuanya menghilang,” ujar Andi saat membuka APMF 2026, pada Kamis, 6 Agustus 2026.

BACA JUGA:Gubernur Koster Dorong Energi Berkelanjutan di APDT 2026

Menurut Andi, kondisi tersebut merupakan sifat alami sebuah kampanye. Karena itu, tema ‘Blueprint the Beyond’ hadir untuk menolak anggapan bahwa pekerjaan selesai ketika kampanye berakhir.

“Campaigns fade. Itu memang sifat alami sebuah kampanye. Blueprint the Beyond adalah penolakan terhadap anggapan bahwa di situlah pekerjaan kita selesai,” katanya.

Ia menjelaskan, tema Blueprint the Beyond lahir dari pertanyaan mendasar mengenai bagaimana menciptakan kolaborasi nyata. Pertanyaan itu kemudian menjadi pijakan utama penyelenggaraan APMF tahun ini.

Atas dasar tersebut, seluruh rangkaian forum dirancang bukan hanya sebagai ruang berbagi pengetahuan. APMF juga diposisikan sebagai wadah mempertemukan para pengambil keputusan dari berbagai sektor.

“Selama tiga hari kami tidak mengajak peserta sekadar mengagumi ide-ide baru. Kami mengajak untuk membangun sesuatu yang tetap hidup setelah konferensi ini berakhir,” ujarnya.

BACA JUGA:Gubernur Bali Wayan Koster Dorong Atma Wedana Massal Perkuat Desa Adat

Andi menilai peluang besar sering lahir dari pertemuan yang tidak direncanakan. Karena itu, peserta diajak membangun relasi baru sejak awal kegiatan berlangsung.

“Orang yang duduk di sebelah Anda bisa menjadi alasan, sebuah ide besar diwujudkan atau sebuah kerja sama akhirnya tercapai,” katanya.

Pendekatan interaktif tersebut sengaja diterapkan sejak sesi pembukaan. Langkah itu mencerminkan gagasan utama APMF, bahwa kolaborasi sering berawal dari percakapan sederhana.

Sumber: