Indonesia Peringkat Dua Beban TBC Dunia, Buleleng Siapkan Desa dan Kelurahan Siaga

Indonesia Peringkat Dua Beban TBC Dunia, Buleleng Siapkan Desa dan Kelurahan Siaga

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengungkap hasil uji klinis vaksin TBC Bill Gates--Ilustrasi Vaksin TBC

BULELENG, DISWAY.ID – Pemerintah Kabupaten Buleleng terus memperkuat langkah dalam penanganan tuberkulosis atau TBC.

Salah satu strategi yang kini disiapkan adalah pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga TBC.

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pembentukan Desa dan Kelurahan Siaga TBC yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng.

Program ini menjadi bagian dari upaya mempercepat capaian indikator penanganan TBC yang masih berada di bawah target nasional.

Tidak hanya melibatkan sektor kesehatan, rapat koordinasi tersebut juga menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan lintas sektor.

Di antaranya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KBP3A), Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosanti), serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Buleleng.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan, penemuan kasus, hingga pendampingan masyarakat dalam penanganan TBC.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, Ni Nyoman Mertiasa, mengatakan penanganan TBC masih menjadi tantangan serius.

Hal itu disampaikan saat membuka rapat koordinasi secara resmi.

Menurutnya, persoalan TBC bukan hanya menjadi perhatian di tingkat daerah, tetapi juga nasional hingga global.

"Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan global hingga sekarang. Sebagai penyakit menular, TBC menjadi pembunuh yang paling mematikan di dunia. Berdasarkan Global TB Report WHO 2025, Indonesia merupakan negara dengan beban Tuberkulosis tertinggi kedua di dunia setelah India," ujar Mertiasa di hadapan peserta rapat.

Data Global TB Report WHO 2025 mencatat estimasi kasus TBC baru di Indonesia mencapai 1.080.000 kasus setiap tahun.

Sementara angka kematian akibat penyakit tersebut mencapai sekitar 126.000 jiwa.

Besarnya angka tersebut membuat Indonesia berada pada posisi kedua negara dengan beban TBC tertinggi di dunia setelah India.

Sumber: