Bertemu Koster, BEM Pertanian Unud Soroti Alih Fungsi Lahan di Bali

Bertemu Koster, BEM Pertanian Unud Soroti Alih Fungsi Lahan di Bali

Sejumlah perwakilan BEM Fakultas Pertanian Unud saat melakukan audiensi dengan Gubernur Bali, Wayan Koster didampingi sejumlah pimpinan OPD, di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar, Rabu (26/8/2026).--Dok. Humas Pemprov Bali

DENPASAR, DISWAYBALI — Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian Universitas Udayana (Unud) menyoroti ancaman alih fungsi lahan dan krisis regenerasi petani di Bali.

Hal tersebut disampaikan Ketua BEM Fakultas Pertanian Unud Made Ariel Ardhiana saat audiensi dengan Gubernur Bali Wayan Koster di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar, Rabu (26/8/2026).

Ariel menyebut sektor pertanian Bali menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Selain luas lahan persawahan terus menyusut, minat generasi muda melanjutkan profesi sebagai petani juga dinilai semakin rendah.

Menurut Ariel, regenerasi petani harus menjadi perhatian serius pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Ia mengingatkan generasi muda jangan sampai semakin jauh dari sektor pertanian.

“Regenerasi pertanian harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai generasi muda semakin jauh dari sektor pertanian,” ujarnya.

BACA JUGA:BEM FH Unud Serahkan Rekomendasi Pengelolaan Sampah kepada Pemkot Denpasar

Persoalan lain yang dinilai mendesak adalah masifnya alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan nonpertanian.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, luas sawah di Bali menyusut dari sekitar 78.626 hektare pada 2017 menjadi sekitar 68.078 hektare pada kondisi terkini.

Tekanan alih fungsi lahan terutama terjadi di wilayah yang mengalami pertumbuhan pariwisata. Di antaranya Badung, Denpasar, Gianyar, dan Tabanan.

Kondisi tersebut dinilai turut mengancam keberlanjutan subak dan ketahanan pangan Bali.

Selain persoalan lahan, Ariel menyoroti kesejahteraan petani. Menurutnya, peningkatan pendapatan harus berjalan beriringan dengan perlindungan harga dan penguatan pasar produk pertanian lokal.

BACA JUGA:Gubernur Koster dan PLN Sepakati Percepatan Infrastruktur Energi Terbarukan

Kondisi tersebut tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) Bali pada Maret 2025 yang tercatat 104,14. Angka tersebut masih berada di bawah NTP nasional yang mencapai 123,72.

Untuk mendorong regenerasi petani, BEM Pertanian Unud sebelumnya menggelar Agriculture Expo 2026 selama tiga hari pada Juli 2026.

Sumber: