Kereta Listrik Bandara–Canggu Ditargetkan Beroperasi Penuh pada 2029
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin (kanan) menyerahkan cinderamata berupa sebuah gerbong kereta api kepada Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Bupati Badung Adi Arnawa, di Gedung Kertasabha, Denpasar, Selasa (1/9/2026).--Dok. Humas Pemprov Bali
DENPASAR, DISWAYBALI.ID – Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Badung dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, menindaklanjuti pengembangan transportasi perkeretaapian di Bali.
Moda transportasi yang dikembangkan berupa trem listrik berbasis baterai. Trem tersebut direncanakan menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan Canggu, Kabupaten Badung.
Pengembangan trem diarahkan sebagai salah satu solusi transportasi massal untuk mengatasi kepadatan lalu lintas di kawasan Badung. Kerja sama pengembangan perkeretaapian tersebut ditandatangani di Gedung Kertasabha, Denpasar, Selasa 1 September 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Bali, Bupati Badung, Direktur Utama PT KAI, CEO Angkasa Pura, Sekda Kabupaten Badung, dan sejumlah pihak terkait.
Kerja sama ini menjadi tindak lanjut atas usulan Pemerintah Provinsi Bali untuk memperbaiki fasilitas dan sistem transportasi di Bali, khususnya Kabupaten Badung.
BACA JUGA:Cerita Cyclist Naik Kereta ke KAI Ngebel KOM 2026, Gerbong Khusus Sepeda Jadi Andalan
PT KAI memilih konsep trem karena dinilai lebih sesuai dengan karakteristik dan kondisi Bali.
Moda tersebut dirancang ramah lingkungan, berbasis teknologi baterai, memiliki tingkat kebisingan rendah, serta berukuran relatif kecil.
Trem juga dirancang terintegrasi dengan sistem transportasi lainnya. Pengembangannya akan menyesuaikan karakteristik dan kearifan lokal Bali.
Penggunaan baterai membuat trem tidak membutuhkan kabel listrik di sepanjang jalur. Dimensi trem disebut sekitar dua meter lebih, sehingga relatif kecil dan bahkan lebih kecil dibandingkan bus.
Rute awal trem dirancang menghubungkan kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan Canggu, Kabupaten Badung. Panjang trase diperkirakan sekitar 12 kilometer dengan dua jalur.
Jalur tersebut juga disiapkan area persilangan untuk mendukung kelancaran operasional trem.
Lebar trase sekitar tiga meter. Ukuran tersebut disesuaikan dengan dimensi trem yang relatif kecil.
Koridor Bandara–Canggu dipilih karena memiliki tingkat mobilitas yang sangat tinggi. Setiap hari diperkirakan sekitar 150 ribu orang bergerak di kawasan tersebut dengan sekitar 80 ribu kendaraan.
Sumber: