Gemarikan Digencarkan, Pemkab Buleleng Manfaatkan Potensi Laut untuk Tekan Risiko Stunting Sejak Dini
Gemarikan Buleleng digencarkan lewat festival dengan olahan ikan untuk mendukung gizi dan cegah stunting.--Pemkab Buleleng.
BULELENG, DISWAYBALI.ID - Potensi laut yang melimpah menjadi salah satu kekuatan Kabupaten Buleleng dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat.
Kondisi tersebut dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk menggencarkan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan sekaligus menekan angka stunting.
Program yang dijalankan melalui Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan (Distankan) Kabupaten Buleleng tersebut dikemas dalam berbagai festival daerah.
BACA JUGA:Pemkot Denpasar Gelar Bhakti Penganyar di Pura Agung Penataran Rinjani, Maknai Spiritualitas
Cara ini dilakukan untuk membuat edukasi mengenai konsumsi ikan lebih dekat dengan masyarakat.
Kepala Distankan Kabupaten Buleleng Gede Melandrat mengatakan, ikan laut memiliki kandungan nutrisi yang penting untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Karena itu, hasil laut yang tersedia melimpah di Buleleng dinilai perlu dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber pangan bergizi.
"Ini upaya promosi kita untuk perbaikan gizi masyarakat utamanya anak-anak, ibu hamil, dan orang tua, karena kandungan gizi protein ikan laut sangat baik bagi tumbuh kembang anak dan tentu dapat mencegah stunting," ujar Melandrat saat dikonfirmasi, Rabu (2/9).
Ia menjelaskan, ikan laut juga mengandung Omega-3 yang berperan sebagai salah satu nutrisi penting bagi perkembangan otak. Kandungan tersebut turut mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan anak.
BACA JUGA:Pemkot Denpasar Pantau Stok dan Harga Pangan, Beras hingga Daging Ayam Jadi Perhatian Jelang Pasokan
Edukasi Gemarikan kemudian dikemas melalui sajian yang mudah diterima masyarakat.
Dalam Lovina Festival, misalnya, disediakan sekitar 500 porsi olahan ikan. Sementara pada Buleleng Festival (Bulfest) 2026, jumlahnya meningkat hingga mencapai 4.500 porsi olahan laut.
Beragam menu disiapkan agar konsumsi ikan tidak identik dengan hidangan yang monoton. Masyarakat dapat menikmati olahan seperti sate ikan tuna, bakso ikan hingga bandeng krispi.
Pendekatan melalui kuliner tersebut diharapkan mampu membangun kebiasaan makan ikan di lingkungan keluarga. Edukasi mengenai kandungan gizi pun berjalan beriringan dengan pengenalan beragam olahan yang sesuai dengan selera masyarakat.
Sumber: