Peta Potensi Investasi Buleleng Disusun Berbasis Data, Peluang Ekonomi Daerah Makin Terarah
Peta Potensi Investasi Buleleng disusun berbasis data untuk membuka peluang ekonomi daerah.--Pemkab Buleleng.
BULELENG, DISWAYBALI.ID - Pemerintah Kabupaten BULELENG terus mematangkan strategi untuk membuka peluang investasi melalui penyusunan Peta Potensi investasi BULELENG.
Kajian tersebut diarahkan tidak sekadar menginventarisasi potensi daerah, tetapi menghasilkan pemetaan yang mampu menunjukkan peluang investasi sekaligus tingkat kesiapan wilayah untuk dikembangkan.
Pembahasan laporan antara kajian tersebut dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) di Kabupaten Buleleng, Kamis (3/9).
Forum ini melibatkan perangkat daerah, para camat, Tim Pengendali Mutu (TPM), Tim Pelaksana, serta sejumlah pihak terkait.
BACA JUGA:RIPP Buleleng Dimatangkan, Peta Jalan Pendidikan 5 Tahun Disiapkan Hadapi Tantangan Baru
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan, mengatakan hasil sidang TPM memberikan penekanan pada keluaran utama kajian berupa peta potensi investasi.
Karena itu, peta yang disusun harus ditopang data yang kuat serta selaras dengan berbagai dokumen perencanaan dan regulasi daerah.
“Penyusunannya harus sinkron dengan data BPS, RTRW, RDTR, RPJMD, serta regulasi lain yang telah ada di Kabupaten Buleleng,” tegas Suwarmawan.
Menurut dia, FGD menjadi tahapan penting untuk menguji sekaligus memperkaya hasil kajian sementara. Masukan dari berbagai sektor dan wilayah diperlukan agar pemetaan yang dihasilkan semakin komprehensif.
“Forum ini tidak hanya menjadi ruang untuk menyampaikan hasil sementara kajian, tetapi juga menjadi ruang bagi kita semua untuk memberikan masukan, koreksi, data, informasi serta perspektif dari masing-masing sektor dan wilayah,” ujarnya.
BACA JUGA:Ngaben Massal Desa Adat Kesiman Libatkan Ratusan Krama, Jaya Negara Apresiasi Semangat Gotong Royong
Suwarmawan menegaskan, pemetaan investasi tidak cukup hanya melihat komoditas atau sektor unggulan yang dimiliki suatu daerah.
Kajian juga perlu mempertimbangkan faktor pendukung dan tantangan yang berpengaruh terhadap kelayakan pengembangan investasi di masing-masing wilayah.
Berbagai masukan yang dihimpun mencakup permasalahan, peluang investasi, kebutuhan infrastruktur, kesiapan sumber daya, hingga aspek pendukung lainnya.
Sumber: