Pekan Iklim Bali 2026, Enam Kawasan Disiapkan Rendah Emisi

Pekan Iklim Bali 2026, Enam Kawasan Disiapkan Rendah Emisi

Pekan Iklim Bali 2026 diharapkan menjadi ruang berbagi, memperluas kolaborasi, dan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong aksi iklim yang berangkat dari inisiatif lokal.--Rivansky Pangau/disway.id-

DENPASAR, DISWAYBALI.ID – Pekan Iklim Bali 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi pemerintah, organisasi masyarakat, pelaku usaha, dan komunitas dalam mempercepat aksi iklim di Pulau Dewata.

Dukungan terhadap agenda tersebut disampaikan Anggota Dewan Pembina World Resources Institute (WRI) Indonesia sekaligus Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Mari Elka Pangestu, saat bertemu Gubernur Bali Wayan Koster di Jayasabha, Denpasar pada Minggu, 11 Oktober 2026.

Pertemuan tersebut membahas rencana pelaksanaan Pekan Iklim Bali 2026 sekaligus dukungan terhadap program pembangunan berkelanjutan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Bali.

Mari mengatakan, Bali memiliki potensi menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjalankan kebijakan pembangunan rendah karbon. 

Terlebih, Bali telah menetapkan target emisi nol bersih pada 2045, atau 15 tahun lebih cepat dibandingkan target nasional.

BACA JUGA:DWP Buleleng Asah Keterampilan Anggota Lewat Demo Bakpao, Bisa Jadi Ide Usaha Rumahan Produktif

Menurutnya, komitmen tersebut perlu didukung dengan langkah konkret, mulai dari pengembangan energi bersih, transportasi rendah emisi, hingga pengelolaan hutan dan penggunaan lahan secara berkelanjutan. 

“Kami datang untuk menyampaikan bahwa kami siap mendukung program-program Pak Gubernur,” ujar Mari.

Mantan Menpar-Ekraf RI 2011-2014 ini juga menyampaikan, bahwa Dewan Pembina WRI dari tingkat global berencana menggelar rapat di Bali pada Juli 2027. 

Bali dipilih karena dinilai memiliki komitmen terhadap pencapaian emisi nol bersih dan rencana aksi yang dapat dipelajari secara langsung.

Mari berharap, penyelenggaraan pertemuan tersebut turut memperkuat posisi Bali sebagai destinasi pariwisata dunia yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Gubernur Bali, Wayan Koster menyambut dukungan tersebut. Dia menilai agenda Pekan Iklim Bali 2026 sejalan dengan visi pembangunan Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang menekankan pemeliharaan kesucian dan keharmonisan alam beserta isinya.

BACA JUGA:WRI Ungkap Indikator Keberhasilan Kawasan Rendah Emisi Sanur

Koster menegaskan, Pemprov Bali akan mendukung kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kebijakan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Sumber: