Salah satu warga yang hadir, Restu Cahyana, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ia menilai refleksi dan doa bersama di penghujung tahun menjadi simbol penghormatan sekaligus empati mendalam bagi masyarakat yang terdampak bencana.
“Kegiatannya sangat bagus. Bukan hanya menghibur, tetapi juga mengingatkan kita untuk tetap peduli dan berbagi rasa dengan sesama,” tutupnya.
Dalam kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng juga menyerahkan penghargaan kepada tokoh masyarakat yang dinilai berdedikasi dalam bidang seni budaya, pendidikan, serta kepedulian terhadap lingkungan, yakni A.A. Gede Ngurah Agung Pemayun, Gede Widya Mintaraga, dan Ketut Sumiyana.