DENPASAR, DISWAYBALI.ID - Aktris cantik asal Korea Selatan Han So-hee akhirnya angkat bicara soal keputusannya menghapus tato yang selama ini melekat kuat pada citra dirinya.
Dalam wawancara terbarunya yang dirilis bertepatan dengan promosi film Project Y, Han So-hee menegaskan bahwa langkah tersebut diambil murni atas pertimbangan profesional, bukan karena perubahan gaya hidup maupun pandangan pribadi.
Ia mengungkapkan bahwa seiring meningkatnya aktivitas akting dan ragam karakter yang harus ia perankan, keberadaan tato justru menjadi kendala di lokasi syuting.
BACA JUGA:Save the Date! BTS Resmi Konser di Jakarta Desember 2026, Ini Rincian Lengkap Jadwal World Tour
Proses penyesuaian kostum hingga makeup sering kali membutuhkan usaha ekstra hanya untuk menutupi tato-tato tersebut, yang pada akhirnya membatasi pilihan peran yang bisa ia ambil.
Meski begitu, Han So-hee tidak menampik bahwa tato merupakan bentuk ekspresi diri yang pernah ia nikmati.
Namun, pengalaman panjang di dunia akting membuatnya menyadari bahwa detail tersebut kerap menyulitkan ketika harus menyesuaikan diri dengan karakter tertentu.
Ia bahkan mengakui ada beberapa kesempatan di mana ia tidak bisa mengenakan pakaian yang dibutuhkan karena tato yang dimilikinya.
Keputusan untuk menghapus tato pun tidak diartikan sebagai penyesalan atas masa lalu. Bagi Han So-hee, ini adalah bagian dari proses pendewasaan dan penyesuaian diri terhadap profesi yang kini ia jalani dengan lebih serius.
Ia memilih melihatnya sebagai langkah maju, bukan penghapusan identitas.
Menurutnya perkembangan teknologi di dunia makeup dan tato temporer saat ini sudah sangat mumpuni.
Berbagai tampilan karakter bisa diciptakan tanpa harus bergantung pada tato permanen. Karena alasan itulah, ia merasa tidak lagi perlu mempertahankan tato asli yang berpotensi menghambat ruang geraknya sebagai aktor.
Han So-hee menilai bahwa keputusan ini membantunya membuka lebih banyak peluang dan kebebasan dalam mengeksplorasi karakter.
Ia ingin memiliki fleksibilitas penuh untuk mencoba berbagai peran tanpa terbentur hambatan visual apa pun. Bagi sang aktris, menghapus tato bukan akhir dari ekspresi diri, melainkan bagian dari perjalanan panjang memahami batas sekaligus potensi dirinya di dunia seni peran.