Rionny Mainaky Jelaskan Alasan Adnan/Indah Absen di All England 2026

Sabtu 14-02-2026,23:19 WIB
Reporter : Rury Pramesti
Editor : Rury Pramesti

DENPASAR, DISWAYBALI.ID - Keputusan tidak memasukkan pasangan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil ke ajang All England 2026 sempat memicu tanda tanya publik. 

Apalagi, pasangan ganda campuran tersebut baru saja menunjukkan performa impresif dengan merebut gelar juara Thailand Masters pada awal Februari.

Menanggapi hal itu, pelatih ganda campuran Indonesia, Rionny Mainaky, memberikan penjelasan saat ditemui di Pelatnas PBSI Cipayung, Jumat (13/2/2026). Ia menyebut keputusan tersebut bukan karena faktor teknis mendadak, melainkan sudah dirancang sejak awal tur Eropa.

BACA JUGA:Perombakan Besar BWF: Super 1000 Pakai Fase Grup dan Tambah Peserta

Menurut Rionny, komposisi pemain untuk All England memang telah didaftarkan sebelum Thailand Masters digelar. Pada turnamen level Super 1000 itu, Indonesia hanya mengirim dua pasangan dengan peringkat tertinggi, yakni Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu serta Amry Syahnawi/Nita Violina Marwah.

Ia menuturkan bahwa pembagian ini dilakukan agar distribusi turnamen lebih terfokus dan tidak semua pasangan turun di ajang yang sama. 

Skuad ganda campuran pun dibagi dalam dua kelompok. Jafar/Felisha dan Amry/Nita diplot tampil di All England dan Swiss Open, sementara Adnan/Indah dipersiapkan untuk dua turnamen level Super 300, yakni Swiss Open dan Orleans Masters 2026. Di dua ajang tersebut, mereka akan tampil bersama Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana.

Rionny menegaskan secara peringkat dunia sebenarnya Adnan/Indah memenuhi syarat tampil di All England. Mengacu pada ranking 20 Januari 2026 yang menjadi dasar pendaftaran, pasangan ini berada di posisi 24 dunia, masih dalam kuota 32 besar yang berhak tampil di turnamen tersebut. 

Bahkan setelah menjuarai Thailand Masters, peringkat mereka melonjak ke posisi 18 dunia.

BACA JUGA:BWF Rilis Daftar Peserta Swiss Open 2026 Indonesia Turunkan Wakil di Semua Sektor

Meski demikian, peringkat Jafar/Felisha serta Amry/Nita saat itu masih lebih tinggi sehingga menjadi prioritas pengiriman. 

Rionny menyebut keputusan tersebut murni berdasarkan pembagian yang sudah dirancang sejak awal dan mengikuti aturan ranking yang berlaku saat pendaftaran.

Dengan skema ini, tim pelatih berharap seluruh pasangan tetap mendapatkan jam terbang optimal di tur Eropa tanpa harus saling berbenturan di satu turnamen yang sama.

Kategori :