Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa Siapkan Breakwater dari Selatan hingga Canggu

Minggu 01-03-2026,21:46 WIB
Reporter : Rury Pramesti
Editor : Rury Pramesti

BADUNG, DISWAYBALI.ID - Upaya menjaga garis pantai dari ancaman abrasi mulai dipersiapkan Pemerintah Kabupaten Badung. Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, memastikan pembangunan pemecah gelombang atau breakwater akan direalisasikan di sejumlah titik strategis kawasan wisata.

Rencana itu disampaikan Adi Arnawa saat memimpin aksi Gerakan Bali Bersih Sampah di kawasan Pantai Petitenget, Minggu (1/3/2026). 

Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan perlindungan pantai menjadi langkah penting agar kawasan pesisir tetap terjaga dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.

BACA JUGA:Proyek Underpass Unud Masuk Tahap FS, Badung Anggarkan Rp 30 Miliar di 2026

Menurutnya, pembangunan breakwater akan difokuskan di titik-titik vital pariwisata, membentang dari wilayah selatan hingga arah Canggu. 

Ia menjelaskan bahwa infrastruktur tersebut disiapkan agar bentang pantai tetap lebar dan memiliki ruang yang memadai untuk aktivitas publik serta industri pariwisata yang menjadi andalan daerah.

Kegiatan bersih-bersih itu juga diikuti Ketua DPRD Badung, I Gusti Anom Gumanti. Keduanya tampak turun langsung menyusuri garis pantai, dari Petitenget hingga kawasan Cemagi, memungut sampah bersama unsur TNI, Polri, pelaku usaha, hingga para pelajar.

Adi Arnawa menilai, sektor pariwisata merupakan penopang utama perekonomian Badung. Karena itu, kondisi pesisir harus menjadi perhatian bersama. Ia menyebut kegiatan bersih pantai rutin digelar setiap pekan sebagai bentuk komitmen menjaga wajah pariwisata daerah.

Dalam keterangannya, ia mengaku bangga melihat partisipasi masyarakat yang semakin luas, bahkan hingga tingkat banjar. Menurutnya, yang sedang dibangun bukan sekadar agenda seremonial, melainkan kebiasaan hidup bersih yang tumbuh dari kesadaran bersama.

BACA JUGA:Badung Bersiap Hadapi Penutupan TPA Suwung, Pemilahan Sampah Jadi Fokus Utama

Mantan Sekda Badung itu juga mengingatkan bahwa persoalan sampah tak cukup ditangani di hilir saja. Penanganan harus dimulai dari hulu, yakni rumah tangga. Jika pengelolaan sampah sudah rapi sejak dari sumbernya, beban di tingkat akhir akan jauh lebih ringan.

Kategori :