BPS Bali Ungkap Wisman Januari 2026 Turun 12,30 Persen

Senin 02-03-2026,23:44 WIB
Reporter : Rury Pramesti
Editor : Rury Pramesti

DENPASAR, DISWAYBALI.ID - Kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali pada awal tahun ini tercatat mengalami koreksi. 

Data terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik Provinsi Bali menunjukkan jumlah turis asing yang datang ke Pulau Dewata sepanjang Januari 2026 lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala BPS Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, dalam keterangannya pada Senin (2/3/2026), menyebutkan total kunjungan wisman pada Januari 2026 mencapai 502.205 orang. Angka tersebut turun 12,30 persen dibanding Desember 2025. Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni Januari 2025, penurunannya juga tercatat sebesar 5,23 persen.

BACA JUGA:Kolaborasi OJK, LPS, dan BPS Lewat SNLIK 2026 Sasar 75 Ribu Responden se-Indonesia

Ia menjelaskan bahwa secara pola musiman, Januari memang biasanya lebih landai setelah lonjakan akhir tahun. Namun, kali ini penurunan juga terlihat secara tahunan, bukan sekadar faktor musiman.

Mayoritas turis asing masih masuk melalui jalur udara dengan 500.121 kunjungan. 

Meski tetap mendominasi, jumlah ini turun 10,50 persen secara bulanan. Sementara itu, pintu masuk laut mencatat penurunan paling signifikan. Kunjungan lewat jalur ini anjlok 84,98 persen, tersisa 2.084 wisatawan saja.

Dari sisi negara asal, Australia masih menjadi penyumbang terbanyak dengan 134.781 kunjungan atau sekitar 26,84 persen dari total wisman. 

Di bawahnya ada China dengan 45.896 kunjungan, disusul India sebanyak 37.351 wisatawan. Korea Selatan menyumbang 27.508 kunjungan, sementara Rusia tercatat 24.917 kunjungan sepanjang Januari 2026.

BACA JUGA:BPS: Lonjakan Harga Wortel dan Bawang Merah Warnai Inflasi Bali di November 2025

Tak hanya wisman, pergerakan wisatawan domestik juga sedikit terkoreksi. Sepanjang Januari 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara ke Bali mencapai 2.170.938. Angka tersebut turun tipis 1,26 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Untuk asal daerah, Jawa Timur menjadi kontributor terbesar dengan 173.855 perjalanan. Berikutnya Jawa Barat sebanyak 54.044 perjalanan, DKI Jakarta sekitar 52.000 perjalanan, serta Jawa Tengah 49.362 perjalanan.

Di sisi lain, Hermawan turut menyinggung faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi pariwisata Bali. Ia menilai dinamika geopolitik global, termasuk ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, dapat berdampak terhadap mobilitas penerbangan internasional. Situasi tersebut, menurutnya, perlu terus dipantau karena sektor pariwisata sangat sensitif terhadap kondisi global.

Kategori :