Sementara itu, Ketua Yayasan Mahima Singaraja, Kadek Sonia Piscayanti, menyebut Perpustakaan Mahima sebagai hadiah bagi Kota Singaraja setelah perjalanan panjang komunitas sejak 2008.
Ia mengakui bahwa meskipun ruang perpustakaan tidak besar, namun memiliki visi yang luas untuk pengembangan literasi.
Menurutnya, Mahima memiliki cita-cita menjadikan Singaraja sebagai kota literasi, kota sastra, sekaligus kota pendidikan.
Komunitas Mahima sendiri telah berkembang dengan berbagai kegiatan, mulai dari sastra, teater, film, musikalisasi puisi, hingga jurnalisme warga.
Kehadiran perpustakaan ini diharapkan menjadi pusat aktivitas literasi yang terbuka dan berkelanjutan.
Rangkaian acara peresmian juga diisi dengan diskusi singkat yang dipandu Made Adnyana Ole bersama sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Buleleng.
Diskusi tersebut membahas arah pengembangan perpustakaan agar semakin bermanfaat ke depan.
Dengan hadirnya Perpustakaan Mahima, diharapkan semangat literasi masyarakat Buleleng semakin meningkat.
Selain itu, keberadaan fasilitas ini juga diharapkan mampu memperkuat identitas daerah sebagai salah satu pusat sastra dan budaya di Bali.