Penyelenggaraan festival ini juga memperhatikan isu pengelolaan sampah yang sering menjadi sorotan dalam kegiatan besar.
BACA JUGA:Kasus DBD di Buleleng Meningkat, Dinkes Temukan Titik Jentik dan Intensifkan Penanganan
Panitia telah menyiapkan langkah konkret dalam pengelolaan sampah berbasis sumber. Setiap pedagang diwajibkan menyediakan tempat sampah terpilah.
Panitia juga menyiapkan titik pengawasan serta sistem pengangkutan sampah, khususnya sampah organik untuk diolah lebih lanjut.
Upaya ini diharapkan mampu mengurangi sampah residu sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Kami berusaha agar festival ini tidak hanya meriah, tetapi juga bersih dan ramah lingkungan. Ini menjadi bagian dari tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Budiarsana berharap Festasada dapat menjadi agenda berkelanjutan di masa mendatang.
BACA JUGA:Parade Gong Kebyar Barungan Agung Gianyar 2026, Energi Muda dan Inovasi Seni Memukau Penonton
Festival ini diharapkan tidak hanya menjadi wadah ekspresi seni, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dan pelaku UMKM.
Ia juga mengharapkan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta.
“Harapan kami, festival ini terus berlanjut dan semakin berkembang, menjadi ruang bagi pelaku seni untuk tampil sekaligus memperkuat identitas budaya kususnya wilayah Sukasada di tengah perkembangan zaman,” pungkasnya.
Festasada 2026 terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya. Masyarakat diimbau untuk hadir dan ikut merayakan kekayaan seni budaya Sukasada.
Pengunjung juga diharapkan turut menjaga kebersihan lingkungan demi keberlanjutan kegiatan serupa di masa mendatang.