GIANYAR, DISWAYBALI - PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) optimistis proyek VASA Ubud akan menjadi katalis pertumbuhan kinerja perseroan.
Hotel bintang lima berkonsep ultra-luxury itu diproyeksikan mulai beroperasi pada awal tahun 2029.
Komisaris Utama PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE), Hermanto Tanoko mengatakan, operasional VASA Ubud diyakini mampu memperkuat pendapatan perusahaan.
BACA JUGA:Konglomerat Hermanto Tanoko Mulai Pembangunan Proyek Ultra-Luxury Bernilai Rp1 Triliun di Ubud
"Ya, tentu setelah hotel ini buka ya pasti bisa menambah ya. Karena vila-vilanya ini kan juga sangat eksklusif, cuman 41 aja, rate-nya kan juga tinggi. Sehingga harapan kami juga bisa menambah revenue dan net profit di RISE," ujarnya.
Hermanto juga menjelaskan proyek tersebut menyasar segmen premium dengan jumlah vila yang terbatas.
Strategi itu dipilih untuk menjaga eksklusivitas, sekaligus memberikan nilai tambah bagi kinerja perseroan dalam jangka panjang.
Selain mendorong pertumbuhan pendapatan, investasi hotel juga dinilai memiliki prospek pengembalian modal yang kompetitif.
"Untuk sebuah hotel ya, biasanya kalau memang okupansi semua bisa mengikuti target, sekitar tujuh sampai delapan tahun ROI-nya," kata Hermanto kepada awak media, usai groundbreaking VASA Ubud, Jumat, 17 Juli 2026.
BACA JUGA:OJK Libatkan 687 Mahasiswa KKN, Perkuat Literasi Keuangan 50 Desa di Bali
Menurutnya, target tersebut sangat bergantung pada pencapaian tingkat okupansi sesuai proyeksi perusahaan.
Semakin tinggi tingkat hunian, semakin cepat investasi dapat menghasilkan pengembalian sesuai target.
Hermanto menambahkan VASA Ubud merupakan bagian dari strategi ekspansi jangka panjang perusahaan.
"Tentu dalam bisnis kami ingin terus bertumbuh. Dari satu hotel menjadi dua, sekarang menuju yang ketiga, dan seterusnya," ungkapnya di Desa Puhu, Kecamatan Payangan, Gianyar, Bali.
Ia menegaskan, RISE ingin membangun VASA sebagai jaringan hotel bintang lima asal Indonesia.