Hal tersebut terlihat dari peningkatan Umur Harapan Hidup, Harapan Lama Sekolah, serta Rata-rata Lama Sekolah.
Untuk rasio gini dan tingkat kemiskinan, persentase kemiskinan Denpasar berada di angka 2,6 persen, yang termasuk salah satu tingkat terendah.
Meski demikian, pemerintah tetap memberikan perhatian pada kedalaman dan keparahan kemiskinan.
Hal ini penting mengingat jumlah penduduk Denpasar relatif besar sehingga intervensi perlu dilakukan secara lebih terarah.
BACA JUGA:Tumpek Krulut 2026, Denpasar Padukan Persembahyangan dan Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga
18 Ribu Warga Rentan Jadi Perhatian
Pemkot Denpasar juga memberi perhatian khusus kepada masyarakat yang berada di sekitar ambang batas kemiskinan.
Kelompok pada Desil 5 dan Desil 6, yang diperkirakan mencakup sekitar 18.000 warga rentan, menjadi salah satu sasaran yang perlu dijaga agar tidak mengalami penurunan kondisi sosial ekonomi hingga masuk kategori miskin ekstrem.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan sekaligus memastikan program perlindungan sosial tidak hanya menyasar masyarakat yang sudah masuk kategori miskin.
Data yang akurat menjadi kunci agar kebijakan pemerintah dapat diberikan kepada kelompok yang tepat.
Pendataan KK Naik 21 Persen dalam Sepekan
Dalam rakor tersebut juga dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pendataan Kartu Keluarga (KK) Populasi dan Perlindungan Sosial.
Arya Wibawa menyampaikan bahwa target agresif jangka pendek sebesar 60 persen memang belum tercapai secara merata di seluruh wilayah.
Namun, perkembangan pendataan menunjukkan tren positif.
Dalam satu pekan terakhir, jumlah populasi yang berhasil terdata mengalami peningkatan sebesar 21 persen.
Program pendataan tersebut dipastikan tetap berjalan hingga batas akhir atau cut-off yang ditetapkan pemerintah pusat pada akhir Agustus 2026.
Pemerintah pusat menetapkan ambang capaian minimal antara 40 persen hingga 60 persen.