Untuk memastikan seluruh tahapan tersebut berjalan baik, komunikasi dan koordinasi antarperangkat daerah menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.
BACA JUGA:Batu Pulaki Resmi Kantongi Indikasi Geografis, Harta Lokal Buleleng Kini Terlindungi Hukum
"Dengan koordinasi yang baik, pengelolaan keuangan daerah Kota Denpasar diharapkan dapat berjalan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan serta prinsip-prinsip pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel," jelasnya.
Koordinasi yang solid juga diperlukan agar setiap proses pengelolaan anggaran dapat berjalan sesuai ketentuan.
Dengan demikian, perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban keuangan daerah dapat dilakukan secara lebih terukur.
Bapenda Punya Peran Strategis Dongkrak Pendapatan
Dalam kesempatan tersebut, Eddy Mulya juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar konsisten menjalankan fungsi dan tanggung jawab masing-masing.
Penyelarasan tugas antarlembaga menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola keuangan yang efektif.
Terlebih, Bapenda memiliki peran strategis sebagai koordinator dalam mengoptimalkan pendapatan daerah.
BACA JUGA:Tiga Desa Buleleng Masuk 16 Besar Desa Transparan Bali 2026, Baktiseraga Peringkat 5
Optimalisasi pendapatan menjadi salah satu aspek penting untuk mendukung kapasitas fiskal pemerintah daerah.
Karena itu, jajaran Bapenda didorong terus meningkatkan kinerja dengan tetap mengedepankan integritas dan profesionalitas.
Melalui penguatan koordinasi, disiplin aparatur, serta tata kelola yang transparan dan akuntabel, Pemkot Denpasar berharap pengelolaan keuangan daerah semakin kredibel.
Pada akhirnya, pengelolaan keuangan yang sehat diharapkan dapat bermuara pada pelayanan publik yang semakin berkualitas dan pembangunan Kota Denpasar yang berkelanjutan.