Dr Alexander Nassif dari Brasil, membahas anatomi wajah yang perlu diperhatikan, dalam menyusun rencana perawatan dan mengambil keputusan klinis terkait penggunaan toksin botulinum.
Sementara itu, dr Anesia Tania dari Indonesia, membagikan pengalaman klinis dalam menerapkan NABOLIFT dan NABOGLOW. Dua teknik perawatan menggunakan toksin botulinum yang dikembangkan Daewoong, dengan fokus pada area wajah dan leher.
BACA JUGA:Peringati HUT ke-238 Denpasar, Safari Kesehatan Digelar untuk Hadirkan Layanan Medis Terpadu
Dr Choon Shik Yoon dari Korea Selatan, memaparkan teknik penyuntikan, serta pertimbangan klinis untuk sejumlah area perawatan. Adapun Dr Hsin-Hung Chen dari Taiwan, membagikan pengalaman dan kasus klinis terkait penggunaan toksin botulinum dalam penanganan migrain.
Selain membahas perkembangan teknik perawatan, forum ini juga menghadirkan sesi NABOTA Global Vision & Future KOL Collaboration. Sesi tersebut menjadi ruang bagi para peserta untuk merangkum hasil diskusi, membahas arah pengembangan perawatan, serta menjajaki peluang kerja sama ilmiah lanjutan.
Rangkaian kegiatan turut mencakup kunjungan ke BWork Uluwatu, ruang kerja bersama multifungsi milik Daewoong Group. Serta ke NULOOK Clinic, klinik estetika medis yang mengusung pendekatan K-Beauty.
Berbagai kegiatan jejaring juga digelar untuk mempererat hubungan antarpraktisi medis, dan membuka peluang kolaborasi lintas negara.
dr Anesia Tania mengatakan, forum tersebut memberikan kesempatan bagi para pakar medis, untuk bertukar pengalaman klinis dan teknik perawatan dalam penggunaan toksin botulinum.
“Kegiatan ini menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi para pakar medis dari berbagai negara untuk saling berbagi pengalaman klinis, teknik perawatan, serta pandangan mengenai penggunaan toksin botulinum dalam praktik sehari-hari. Saya berharap pertukaran ilmu secara global seperti ini dapat terus berlanjut, sehingga para tenaga medis dapat berkembang bersama, dan mendorong pengembangan teknik perawatan yang semakin efektif dan aman,” ujarnya.
Sementara itu, Head of NABOTA Business Division Daewoong Pharmaceutical Korea, Junsoo Yun, menegaskan pentingnya kolaborasi dengan tenaga medis untuk memperkuat kepercayaan terhadap produk perusahaan di pasar internasional.
Seiring dengan semakin luasnya jangkauan toksin botulinum Daewoong di pasar global, lanjut Junsoo Yun, pihaknya terus membangun kepercayaan dan mempererat hubungan dengan para tenaga medis melalui pertukaran pengalaman klinis. NMC EXCLUSIVE memiliki arti penting karena mempertemukan para pakar medis terkemuka dari berbagai negara, untuk bersama-sama membahas masa depan toksin botulinum.
“Kedepan, kami akan terus memperkuat kolaborasi ilmiah, sebagai bagian dari upaya menjadikan Daewoong Pharmaceutical salah satu pemain utama di pasar estetika medis global,” tandasnya.(*)