Coca-Cola System Gandeng M Mart Luncurkan 'Recycle Me' di Bali
Seremoni pengguntingan pita menandai resmi diluncurkannya program ‘Recycle Me’ di Shelter Kebencanaan Arjuna, Seminyak, Bali pada Jumat (7/8/2026).-Rivansky Pangau/disway.id-
“Sebagai bagian dari komitmen kami untuk membantu mempercepat ekonomi sirkular untuk kemasan di Indonesia, kami terus memperkuat sistem pengumpulan dan kemitraan di sepanjang rantai nilai daur ulang. Melalui ‘Recycle Me’, kami ingin membuat pengembalian kemasan menjadi lebih mudah dan praktis bagi konsumen, sekaligus memastikan bahwa botol yang terkumpul dapat memiliki kehidupan kedua melalui proses daur ulang,” paparnya.
Dhedy mengapresiasi dukungan M Mart sebagai mitra ritel dalam memperluas akses masyarakat. Kolaborasi tersebut juga mencakup edukasi daur ulang, pemerintah daerah, dan mitra TPS 3R dalam pengelolaan kemasan pascakonsumsi.
“Untuk itu, kami sangat mengapresiasi dukungan M Mart sebagai mitra ritel dalam memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas pengumpulan kemasan dan edukasi daur ulang, serta kolaborasi pemerintah daerah dan mitra TPS 3R dalam pengelolaan kemasan pascakonsumsi. Sejak tahun 2023, Coca-Cola di Indonesia telah menggunakan recycled PET (rPET) dalam portofolio kemasannya sebagai bagian dari upaya meningkatkan penggunaan material daur ulang dan mengurangi sampah kemasan,” jelasnya.
Peritel dinilai memiliki posisi penting dalam memperkuat pengumpulan kemasan pascakonsumsi. Jaringan gerai yang dekat dengan aktivitas konsumen menjadi penghubung masyarakat dengan sistem pengumpulan kemasan.
BACA JUGA:ICA 2026 Soroti Darurat Penyakit Jantung Indonesia, Jadi Penyebab Kematian Terbesar Kedua
Managing Director M Mart, Ramesh Ram Khaerudin mengatakan, jaringan gerai M Mart dapat menjadi akses pengembalian kemasan. Kehadiran drop box di lokasi yang mudah dijangkau diharapkan mendorong perubahan perilaku masyarakat.
“Sebagai peritel yang berinteraksi langsung dengan konsumen setiap hari dan hadir dekat dengan pelanggan melalui jaringan gerai yang tersebar luas, kami memiliki kesempatan untuk menghadirkan solusi yang mudah diakses masyarakat. Melalui inisiatif ‘Recycle Me’, kami berharap dapat mendorong partisipasi yang lebih luas dalam pengembalian kemasan pascakonsumsi sekaligus mengajak konsumen menjadi bagian dari solusi lingkungan di Bali,” tukasnya.
Program tersebut turut melibatkan mitra di sepanjang rantai nilai daur ulang. Kolaborasi itu ditujukan untuk memastikan kemasan terkumpul dapat diproses menjadi bahan baku kemasan baru.
Mahija Parahita Nusantara berperan mengumpulkan dan mengelola botol PET pascakonsumsi dari pasar. Material tersebut kemudian diproses Amandina Bumi Nusantara menjadi recycled PET (rPET) food-grade.
Amandina Bumi Nusantara merupakan fasilitas daur ulang hasil joint venture CCEP Indonesia dan Dynapack Asia. Fasilitas tersebut memproduksi recycled PET (rPET) food-grade untuk mendukung pemanfaatan kembali material kemasan.
Dhedy mengatakan ekonomi sirkular membutuhkan pendekatan menyeluruh dalam setiap tahapan rantai kemasan. Mulai dari desain dan produksi, pengumpulan pascakonsumsi, hingga proses daur ulang dan penggunaan kembali.
“Membangun ekonomi sirkular membutuhkan pendekatan yang menyeluruh, mulai dari desain dan produksi kemasan, pengumpulan pascakonsumsi, hingga proses daur ulang dan penggunaan kembali. Melalui kemitraan di seluruh rantai nilai, kami ingin membantu menciptakan sistem di mana kemasan tidak dipandang sebagai sampah, melainkan sebagai sumber daya bernilai yang dapat terus dimanfaatkan. Kami berharap inisiatif seperti ‘Recycle Me’ dapat meningkatkan pemahaman dan mendorong partisipasi masyarakat yang lebih besar serta menginspirasi lebih banyak aksi kolaboratif untuk mendukung Bali yang lebih bersih,” tandas Dhedy.(*)
Sumber: